Sabtu, 19 April 2014
Mitos-mitos tentang kehamilan

Oleh: dr. Nadia Octavia

Mitos: Hindari vaksin flu

Justru sebaliknya, para ahli berpendapat bahwa vaksin flu penting bagi ibu hamil dan tidak membahayakan janin. Namun pilihlah vaksin flu yang mengandung virus mati bukan vaksin yang mengandung virus hidup yang dilemahkan. Jika Anda khawatir dengan pengawetnya, maka pilihlah vaksin flu yang bebas thimerosal. 

Mitos: Anda makan untuk dua orang

Memang betul bahwa Anda makan untuk dua orang, tetapi bukan berarti Anda makan dengan porsi dua orang dewasa. Wanita hamil pada umumnya (dengan berat badan normal sebelum hamil) hanya membutuhkan tambahan ekstra 300 kalori per hari untuk mencukupi kebutuhan perkembangan janin. Pertambahan bobot yang normal bagi wanita hamil adalah 11-16 kg (dengan catatan berat badan sebelum hamil normal).

Mitos: Menghindari mewarnai rambut

Pewarna kimia rambut hanya diserap oleh kulit dalam jumlah yang sangat minimal dan tidak berbahaya bagi janin. Namun jika Anda benar-benar khawatir, Anda bisa tunggu setelah melewati trimester pertama. Anda juga dapat menghindari pewarna yang mengandung amonia karena memiliki bau yang tajam.

Mitos: Tidak boleh minum kopi

Wanita hamil seringkali takut minum kopi karena takut keguguran ataupun melahirkan bayi prematur. Wanita hamil boleh minum kopi dengan batasan kurang dari 200 mg kafein per hari dan tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dengan kelahiran bayi prematur.

Mitos: Hindari makan ikan

Konsumsi dua porsi ikan per minggu sangat baik ibu dan bayi karena ikan tinggi akan omega 3 yang berfungsi untuk perkembangan otak janin dan penglihatan. Namun sebaiknya hindari ikan yang tinggi akan kandungan merkuri seperti mackarel ataupun ikan mentah seperti sushi atau sashimi karena dapat meningkatkan risiko terpajan bakteri dan parasit.

Mitos: Tidak boleh berhubungan seks

Anda tetap boleh berhubungan seks selama kehamilan. Seks tidak akan membahayakan janin karena janin dilindungi oleh kantung amnion dan otot-otot rahim yang kuat. Beberapa wanita juga seringkali khawatir jika orgasme dapat menyebabkan keguguran. Jika Anda memiliki kehamilan yang normal dan tidak berisiko, Anda tidak perlu khawatir akan hal ini. Namun ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.[](NO)

 





 
Launch Full Site.
Live Chat