Kamis, 17 April 2014
9 Penyebab Bintik pada Penis

Oleh: dr. Jessica Florencia

KlikDokter.com - Bukan cuma wanita yang perlu memperhatikan area kewanitaannya. Kaum pria pun perlu memperhatikan kesehatan organ intimnya. Seringkali, para pria menjadi khawatir ketika menemukan terdapat bintik atau bintil yang muncul pada penis.

Apa saja sebenarnya yang dapat menyebabkan terjadinya bintik atau bintil pada penis?

  1. Hirsutis Corona Glandis (Pearly Penile Papules)
    Bintik-bintik berbentuk kubah atau runcing, diameternya kurang dari 0,5 cm, sewarna kulit atau terlihat keputihan dan biasanya berlokasi di kepala penis. Biasanya tersusun mengelilingi kepala penis dalam beberapa baris. Bintik-bintik ini tidak berbahaya dan merupakan varian normal. Bintik-bintik ini tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
     
  2. Moluskum Kontagiosum
    Bintik-bintik berbentuk kubah dengan lekukan di bagian tengahnya, diameternya dapat < 0,5 cm sampai berukuran sebesar biji jagung. Sewarna kulit atau kadang keputihan seperti lilin. Dapat terletak di mana saja sepanjang penis dan di daerah sekitar kemaluan. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual dan disebabkan oleh virus poks.
     
  3. Herpes Genitalis (Herpes Simpleks)
    Bintil-bintil berisi cairan jernih  atau bernanah, berkelompok di atas kulit yang memerah. Jika pecah maka akan terasa nyeri. Dapat disertai dengan demam, rasa lemas dan tidak nafsu makan. Penyakit ini merupakan infeksi menular seksual dan disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II.  Namun, pada pelaku seksual oral, infeksi  di daerah genitalia dapat juga disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I.
     
  4. Infeksi Jamur (Balanitis Kandida)
    Bintil-bintil berdinding tipis dan berisi cairan nanah. Lokasinya biasanya terletak di daerah kepala penis dan lekukan kepala penis. Penyakit ini disebabkan karena infeksi jamur dan didapatkan dari kontak seksual dengan pasangan yang mengalami infeksi jamur.
     
  5. Hand-Foot-and-Mouth Disease
    Bintil-bintil berisi cairan jernih di atas daerah yang kemerahan. Biasanya tidak terdapat di daerah genitalia, namun pada beberapa kasus ditemukan juga pada daerah genitalia. Kelainan dapat ditemukan juga di daerah lain seperti di lidah, rongga mulut, bokong, tangan dan kaki. Biasanya disertai dengan demam. Penyakit ini disebabkan oleh virus Coxsakie. Anak < 10 tahun lebih mudah terkena. Orang dewasa biasanya tertular dari anak-anak anggota keluarga di rumah.
     
  6. Skabies
    Skabies
    adalah kelainan dapat berupa bintik-bintik kemerahan atau bintil-bintil berisi cairan jernih atau nanah. Terasa gatal terutama di malam hari. Ditularkan dalam kelompok oleh parasit Sarcoptes scabiei. Daerah lain yang dapat terkena adalah sela jari tangan, pergelangan tangan bagian dalam, siku bagian luar, lipat lengan bagian dalam, pusar, bokong dan perut bagian bawah.
     
  7. Kutil Kelamin (Kondiloma Akuminata)
    Bentuknya dapat merupakan bintik-bintik pada kepala penis sampai dengan benjolan dengan permukaan berjonjot dan bertangkai. Warnanya kemerahan hingga kehitaman. Penyakit ini disebabkan oleh virus papiloma humanus (HPV = Human Papiloma Virus) dan ditularkan melalui hubungan seksual.
     
  8. Granuloma Piogenik
    Kelainan dapat berupa bintik berukuran < 0,5 cm hingga benjolan > 1cm bewarna merah terang dan cenderung mudah berdarah.
     
  9. Kanker (Karsinoma Sel Skuamosa)
    Kelainan dapat berupa bintik berukuran < 0,5 cm hingga benjolan > 1cm, dapat berbentuk kubah atau berjonjot. Seringkali terdapat pada kepala penis.

Berbagai kelainan ini baru dapat didiagnosis dengan wawancara medis mendetil dan pemeriksaan langsung. Melalui wawancara medis dan pemeriksaan langsung, dokter akan menentukan apakah keluhan bintik atau bintil pada penis termasuk jinak atau berbahaya. Untuk itu, pastikanlah setiap pria selalu memperhatikan kesehatan penisnya dengan rajin membersihkan penis dan menghindari kondisi yang membuat area genitalia terlalu lembab seperti penggunaan pakaian dalam dan celana yang terlalu ketat. Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami keluhan yang mengkhawatirkan.[](JF)

 

Source:
1. Parker DC, Kim ED, et al. Malignant Dermatologic Diseases of The Male Genitalia. Medscape Reference, 2012.
2. Parker DC, Kim ED, et al. Nonmalignant Dermatologic Diseases of The Male Genitalia. Medscape Reference, 2012.
3. Hordinsky MK. Skin Diseases of External Genitalia. Recognition and Treatment.
Postgrad Med. 1985 Jan;77(1):139-45, 148.

 

 





 
Launch Full Site.
Live Chat