Jumat, 18 April 2014
Alergi Susu Sapi
anak saya usia 11 bulan. awalnya dia sakit batuk tp bbrp kali sy bawa ke dokter tak kunjung sembuh. setelah ditanya apakah si kecil minum sufor,(saya jawab iya) dokter lgsg mendiagnosa si kecil alergi susu sapi (dengan gejala nafas yg bersuara grook grookk - tenggorokan dipenuhi lendir-) dan menyarankan untuk ganti ke susu soya. karena di klinik itu hanya ada merk SGM PRESINUTRI SOYA maka saya coba itu. semenjak ganti susu soya, nafsu minum susu nya menurun. saya lalu coba ganti dengan Nutrilon Soya. dengan susu ini si kecil malah semakin gak doyan. saya sempat konsul ke dokter anak dan disarankan untuk ganti dengan susu hypoallergenic, tp belum saya laksanakan. saya sempat baca komentar ibu-ibu yg anaknya mengalami hal yg sama, dan saya jadi pesimis membaca komentar mereka. sebaiknya bagaimana ya, Dok? apakah tetap sy lanjutkan dengan susu soya tp nafsu minum susu si kecil jd menurun sekali. atau kembali ke sufor sapi (morinaga chillmil) agar jd doyan lg tp bagaimana dengan diagnosa alerginya??

Ibu yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


 

Anak yang alergi susu sapi jika tetap diberikan makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Tidak menutup kemungkinan bahwa alergi ini akan mengganggu kualitas hidupnya sehingga dapat menurunkan prestasi belajar kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis).

Mengingat diagnosa dari dokter adalah alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Susu alternatif, yaitu susu kedelai, susu beras, susu gandung, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi.

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab. Usaha anda mengganti dengan susu soya sudah benar, mengganti susu dengan susu lain yang lebih hipoalergenik juga tidak apa-apa. Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun).


Mengenai kekhawatiran Anda tentang nafsu makan anak yang menurun, apabila Anda telah memulai pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) dalam jadwal makanan bayi Anda, kebutuhannya akan susu formula menjadi menurun hingga sekitar 720 ml dalam sehari yang pemberiannya dapat dibagi menjadi 4-5 kali. Namun setiap bayi itu unik, dan setiap bayi memiliki perbedaan dari setiap kali pemberian makan bahkan dari hari ke hari. Jangan pernah memaksakannya memberikan berlebihan, namun juga jangan biarkan ia hingga mengecap-ngecap bibirnya. Bayi yang sering meludah akan lebih baik jika diberikan dalam porsi yang lebih sedikit namun lebih sering. Meski asupan susunya berkurang, selama dalam makanan lain yang diasupnya terkandung nutrisi lengkap dan pertumbuhannya sesuai dengan umurnya, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Beberapa hal yang dapat disarankan agar si kecil mau makan atau minum susu formula:

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga dapat membantu [SH]

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

Launch Full Site.
Live Chat