Penis bengkok dan kesuburan?
assalamu'alaikum,dok...saya ingin tanya apakah penis yang bengkok bisa menyebabkan seseorang tidak punya keturunan?( laki-laki, 22 thn,175 cm,78 Kg)

Bapak / Saudara yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu dipastikan terlebih dahulu mengenai definisi penis bengkok yang Anda maksud. Apakah kebengkokan tersebut sudah ada sejak lama? Ke manakah arah bengkokan tersebut (ke bawah atau samping)? Bagaimanakah derajat kebengkokannya? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka di daerah tersebut? Pernahkah timbul rasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme? dsb.

Kebengkokan pada penis dapat terjadi akibat variasi normal individu yang tidak berbahaya. Tetapi dapat pula terjadi akibat kondisi medis tertentu yang bisa sangat mengganggu. Penyebab paling sering adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bagian bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisis dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis. Selain itu, terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan keadaan serupa. Namun, banyak pula yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki. Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Dapat pula dibantu dengan konsumsi obat maupun dengan operasi. Umumnya dokter akan mengamati perkembangan bentuk penisnya terlebih dahulu selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, mengingat beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Yang perlu diketahui adalah kelainan struktur penis umumnya murni menyebabkan gangguan estetika dan tidak berpengaruh sama sekali terhadap produksi sperma seseorang. Bagaimanapun, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter yang kompeten (dalam hal ini dokter spesialis urologi) untuk memastikan penyebabnya agar dapat direncanakan tatalaksana yang lebih sesuai dan optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga dapat membantu. (SO)

 

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter