Kopi Menyebabkan Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Oleh dr. Atika pada 02 Jan 2017, 11:00 WIB
Konon, anak yang sering minum kopi bisa menyebabkan dirinya menjadi hiperaktif. Mitos atau fakta? Temukan kebenarannya di sini.
Kopi Menyebabkan Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Kafe yang menyuguhkan minuman berbahan dasar kopi semakin menjamur. Variasi kopi berupa gula, krim, susu, dan lainnya tentu menarik minat anak-anak untuk ikut mencicipi minuman yang satu ini.

Hal tersebut membuat orangtua merasa khawatir berlebihan. Sebab banyak orang berpendapat bahwa anak yang minum kopi bisa menyebabkan dirinya menjadi hiperaktif. Lalu bagaimana pandangan dari sisi medis terkait ini?

Kopi terdiri dari campuran kompleks, antara kafein dan asam klorogenik. Uniknya, kafein  saat ini telah digolongkan sebagai obat-obatan. Ini karena kafein diklasifikasikan sebagai stimulan, atau bahan kimiawi yang memberikan efek tambahan semangat dan energi pada tubuh manusia.

Kafein dikatakan sebagai stimulan adalah karena zat ini dapat menstimulasi otak untuk meningkatkan produksi bahan kimiawi yang disebut dengan dopamin. Dopamin meningkatkan kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi. Oleh sebab itu, orang yang mengonsumsi kopi akan merasakan tambahan energi dan kurang merasakan lelah.

Lantas, bagaimana dengan efek kopi pada anak-anak? Meski kafein dalam kopi dipertimbangkan sebagai substansi yang aman berdasarkan Food and Drug Administration, potensi efek sampingnya terhadap anak-anak dan remaja secara umum tidak diketahui. Ini karena kebanyakan penelitian terhadap kafein hanya terfokus pada populasi dewasa.

Di sisi lain, banyak yang meyakini bahwa efek konsumsi kopi berkafein pada anak adalah sama seperti pada orang dewasa. Dengan kata lain, anak yang mengonsumsi kopi berlebihan dapat mengalami rasa berdebar, tekanan darah meningkat, gelisah, gemetar, mudah marah, sulit tidur, serta hiperaktif.

Salah satu alasannya adalah karena anak-anak termasuk sebagai golongan orang yang lebih rentan mengalami efek samping kopi (selain remaja, penderita darah tinggi, dan lansia). American Academy of Pediatrics bahkan memengeluarkan rekomendasi agar minuman yang mengandung stimulan tidak diberikan untuk anak-anak dan remaja.

Jadi memang ada kemungkinan kopi dapat menyebabkan anak hiperaktif, mengingat stimulan (kafein) yang terkandung di dalamnya. Apalagi jika kopi dikonsumsi secara berlebihan.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan, sebaiknya hindari memberikan kopi atau minuman berkafein lainnya pada anak. Ini termasuk minuman bersoda, minuman penunjang olahraga ataupun minuman berenergi.

(NB/RH)

Baca Juga: