Manfaat Diet untuk Pankreas Penderita Diabetes

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 03 Mei 2017, 16:11 WIB
Diet khusus yang menyerupai orang berpuasa dapat mengembalikan fungsi pankreas pada penderita diabetes.
Manfaat Diet untuk Pankreas Penderita Diabetes

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah studi menemukan, komposisi diet yang menyerupai kondisi orang berpuasa dapat mengembalikan fungsi pankreas pada penderita diabetes. Walau masih terbatas pada binatang percobaan, para peneliti menyebutkan bahwa temuan ini sangat menjanjikan.

Pankreas adalah organ yang memiliki sel khusus –disebut dengan sel beta– untuk memproduksi hormon insulin. Hormon insulin digunakan oleh tubuh untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, produksi insulin tidak cukup atau sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin (resistensi insulin).

Para peneliti dari Amerika Serikat menemukan, organ pankreas dapat dipicu untuk memperbaiki dirinya sendiri melalui diet khusus seperti fasting-mimicking diet (FMD). FMD ini menyerupai kondisi seseorang yang sedang berpuasa. Komposisinya rendah kalori, rendah protein, rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak.

Uji awal studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cell ini dilakukan pada tikus percobaan. Selama empat hari pertama, tikus percobaan diberikan FMD.

Pada hari pertama, mereka menerima setengah dari kebutuhan kalori harian. Tiga hari berikutnya, mereka hanya menerima 10% dari kebutuhan kalori harian. Sepuluh hari berikutnya, mereka diberi makan seperti biasa.

Pola diet seperti ini diulangi selama tiga siklus. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan pankreas pada tikus percobaan.

Hasilnya, tikus yang mengalami diabetes baik tipe 1 dan 2 kembali memproduksi insulin dan resistensi insulin pun berkurang. Artinya, FMD memicu pembentukan sel-sel beta pankreas yang menghasilkan insulin.

Hal tersebut sebetulnya sangat tidak lazim. Perkembangbiakan sel-sel pankreas manusia dewasa teramat lambat, sehingga regenerasi jaringan hampir tidak pernah terjadi.

Namun, percobaan pada sel manusia juga menunjukkan efek yang sama. Sebanyak seratus responden diberikan diet serupa selama tiga siklus. Reaksinya, kadar gula darah puasa mereka membaik.

Hingga kini, satu-satunya cara yang dapat memperbaiki pankreas yang telah rusak adalah melalui transplantasi sel punca. Penemuan ini tentunya sangat menarik karena fungsi pankreas dapat ditangani dengan diet khusus.

Meski demikian, hasil studi pada manusia masih perlu diuji lagi. Karena itu, tidak disarankan menerapkan pola diet ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pola diet yang kurang tepat malah dapat memperburuk kondisi diabetes.

[RS/ RH]