Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes

Oleh dr. Theresia Rina YunitaNur Budhi pada 16 Mei 2017, 13:07 WIB
Masyarakat dan dokter umum Indonesia perlu bekerjasama dalam program deteksi dini prediabetes, guna menekan angka kejadian diabetes mellitus
Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes

Klikdokter.com, Jakarta Prediabetes merupakan pencetus diabetes tipe 2, di mana angka kejadiannya terus meningkat setiap tahun. Kehadirannya bak hama di ladang.

Melihat hal itu, Nutrifood bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) mengadakan program edukasi “Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Diabetes”.

“Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program edukasi ‘Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemal (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan’ sebagai dasar edukasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM),” kata Head of Nutrifood Research Center, Susana Sie.

Di kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H., Sp.PD-KEMD., FINASIM, FACE menyatakan bahwa diabetes adalah penyakit tidak menular, yang fenomenanya seperti gunung es. Artinya, jumlah individu yang belum terdeteksi terkena penyakit diabetes tipe 2 (termasuk prediabetes) lebih besar daripada jumlah penderita diabetes tipe 2 itu sendiri.

“Jika tidak ditangani dengan baik, maka dalam jangka waktu pendek prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2. Oleh karena itu, prediabetes sebagai pencetus harus dapat diatasi, sehingga angka penderita diabetes mellitus tipe 2 bisa ditekan,” kata dr. Mardi.

Dengan adanya program ini masyarakat Indonesia, termasuk dokter-dokter umum puskesmas wilayah DKI Jakarta, diharapkan dapat berpartisipasi dalam deteksi dini prediabetes, sehingga nantinya kejadian diabetes mellitus tipe 2 bisa ditekan.

(NB/ RH)