6 Cara Memilih Baby Sitter yang Baik untuk Anak

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 18 Jun 2017, 14:45 WIB
Jangan sembarangan memilih pengasuh anak. Bagaimana memilih baby sitter yang baik bagi anak Anda?
6 Cara Memilih Baby Sitter yang Baik untuk Anak

Klikdokter.com, Jakarta Memilih baby sitter bagi anak bukanlah perkara mudah di zaman sekarang. Terlebih berbagai pemberitaan mengenai tindakan kekerasan atau manipulatif dari baby sitter kepada anak yang diasuhnya membuat orangtua harus sangat berhati-hati,

Berikut ini beberapa cara memilih baby sitter yang baik yang perlu Anda praktikkan:

  1. Rekomendasi baby sitter dari orang yang dipercaya

    Agar dapat mengetahui latar belakang baby sitter, sebaiknya Anda mencari rekomendasi baby sitter dari orang yang Anda percayai, misalnya dari orangtua, saudara, daycare anak Anda, dan sebagainya.

  2. Temui sang calon baby sitter dan ajak bicara

    Sebagian orang terbiasa menyeleksi baby sitter dengan melihat fotonya. Hal ini sebaiknya tidak Anda lakukan sebab sangat sulit untuk menilai kinerja dan kepribadian seseorang dari fotonya. Lakukan pertemuan tatap muka dan tanyakan hal-hal mendasar tentang perawatan anak padanya.

    Perhatikan tatapan matanya. Bila matanya tidak fokus melihat kepada Anda atau sering berkedip, Anda perlu hati-hati. Mungkin ia tidak yakin dengan apa yang diucapkannya.

  3. Telusuri rekam jejak pekerjaan dan keluarganya

    Riwayat pekerjaan sebelumnya sangatlah penting untuk diperhatikan. Tanyakan pengalamannya mengasuh anak, berapa lama mengasuh anak tersebut, dan mengapa tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Bila memungkinkan, carilah kontak atasan sebelumnya. Mintalah sang calon baby sitter menceritakan riwayat keluarganya secara detil sehingga Anda mendapat gambaran silsilah keluarganya. Bila ia bercerita dengan berbelit-belit atau informasinya berubah-ubah, Anda perlu waspada.

  4. Bila perlu lakukan tes kepribadian

    Bila cara pertama sampai ketiga telah Anda lakukan dan Anda merasa cukup nyaman dengan sang calon baby sitter, tak ada salahnya Anda pertimbangkan untuk melakukan tes kepribadian padanya. Hal ini dibutuhkan bagi orangtua yang sehari-hari meninggalkan anaknya berdua hanya dengan pengasuh saja.

    Setidaknya dengan merogoh kocek beberapa ratus ribu, Anda dapat memastikan bahwa calon pengasuh anak Anda bukan orang yang emosional, labil, atau mudah bertindak kekerasan.

  5. Observasi kinerjanya selama 1-2 minggu

    Sebaiknya Anda tidak langsung melepaskan anak Anda untuk diasuh oleh baby sitter begitu saja. Usahakan untuk mengamati bagaimana ia berinteraksi dengan anak Anda selama 1-2 minggu. Jelaskan padanya mengenai aturan-aturan yang Anda terapkan di rumah, serta masalah kesehatan tertentu yang dialami anak bila ada.

  6. Diskusikan aturan kerja

    Karena umumnya pengasuh akan bekerja seharian, Anda perlu mendiskusikan aturan kerja yang baik bagi anak, tetapi juga cukup manusiawi bagi si pengasuh. Anda juga bisa membuat kesepakatan bahwa ia tidak boleh memegang ponsel sama sekali hingga Anda pulang ke rumah dan saat ia bersama dengan anak.

Sebagai orangtua, dengan menerapkan hal-hal tersebut, Anda akan mendapatkan baby sitter yang baik. Sehingga Anda dapat leluasa beraktivitas tanpa cemas memikirkan kondisi anak di rumah.

[DA/ RVS]

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter