Mengenal Gejala HIV Berdasarkan Tingkat Keparahan

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 03 Jul 2017, 11:33 WIB
Infeksi HIV merupakan infeksi penyelinap yang gejalanya seringkali terlambat dikenali. Karena itu, kenali gejalanya sejak dini.
Mengenal Gejala HIV Berdasarkan Tingkat Keparahan

Klikdokter.com, Jakarta Pada tahun 2017 sudah banyak perkembangan yang terjadi seputar penyakit HIV. Adanya target dunia yang dicanangkan oleh WHO melalui UNAIDS, yaitu 90-90-90, mendorong negara-negara termasuk Indonesia untuk semakin gencar melancarkan berbagai program untuk mengatasi masalah HIV. Sebagai bagian dari masyarakat, Anda pun dapat turut berkontribusi dengan mengenali berbagai gejaka dan tingkat keparahan infeksi HIV.

Dalam dunia medis, infeksi HIV diklasifikasikan secara spesifik melalui jumlah virus yang terdeteksi dalam darah, atau viral load. Namun, WHO juga membuat klasifikasi 4 stadium klinis berdasarkan gejala terutama untuk digunakan di negara yang tidak tersedia pemeriksaan lab untuk viral load sebagai berikut:

  • Stadium 1

    Pasien tanpa gejala, atau terdapat pembengkakan kelenjar limfe yang berulang atau menetap selama beberapa tahun.

  • Stadium 2

    Pada masa awal infeksi HIV, penderita dapat mengalami berbagai gejala penyakit yang seringkali tidak secara langsung dicurigai sebagai gejala HIV. Gejala ini diantaranya penurunan berat badan <10% tanpa sebab yang jelas, luka di bibir dan sariawan berulang, ketombe jamur dan ruam gatal di kulit, serta infeksi jamur di kuku. Penderita jiuga dapat mengalami infeksi saluran napas atas seperti batuk, nyeri tenggorokan, dan sinusitis berulang.

  • Stadium 3

    Dengan berprosesnya infeksi HIV dalam tubuh, gejala klinis yang sudah ada dapat memburuk dan muncul gejala klinis lainnya.

    Gejala yang memburuk diantaranya seperti penurunan berat badan tanpa sebab, naik hingga >10%, sariawan yang menjadi infeksi jamur di rongga mulut dan infeksi saluran atas menjadi infeksi tuberkulosis di paru atau di kelenjar limfe. Gejala lain yang bertambah diantaranya diare dan demam >1 bulan tanpa sebab yang jelas, serta gangguan sistemik seperti anemia. Stadium 3 merupakan stadium klinis HIV tingkat sedang, sebelum masuk ke kategori AIDS.

  • Stadium 4

    Pada stadium ini, seorang penderita infeksi HIV sudah masuk ke kategori AIDS atau di Indonesia disebut dengan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Gejala pada stadium 4 ini menjadi lebih kompleks dan berupa sindrom atau kumpulan penyakit.

Hal ini disebabkan sistem imun penderita yang sangat rendah, sehingga mudah terserang berbagai infeksi dan menimbulkan gejala yang parah. Penyakit yang muncul pada stadium ini diantaranya pneumonia bakterial berulang dalam 6 bulan, infeksi jamur di saluran napas bawah, infeksi herpes hingga > 1 bulan, kanker serviks, infeksi selaput otak, tuberkulosis di luar paru, dan masih banyak lagi.

Jika Anda atau kerabat memiliki risiko HIV, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Mengenali gejala HIV sangat penting untuk mencegah penularan HIV.

[DA/ RVS]