Mengungkap Fakta Seputar Gejala HIV / AIDS

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 14 Jul 2017, 13:08 WIB
Agar tidak salah kaprah, cari tahu fakta sebenarnya seputar gejala HIV / AIDS di sini.
Mengungkap Fakta Seputar Gejala HIV / AIDS

Klikdokter.com, Jakarta HIV atau Human Immunodeficiency Virus masih menjadi momok bagi setiap manusia. Karena virus ini dapat menyebabkan kejadian berbahaya, bahkan hingga merenggut nyawa.

HIV menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan organisme berbahaya. Karena virus mematikan ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh, dan membuat orang yang terjangkit sangat rentan terhadap paparan kuman maupun bakteri.

HIV tergolong sebagai penyakit infeksi menular seksual. Virus ini dapat menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, dari ibu ke anak selama kehamilan, dan persalinan atau menyusui.

Gejala HIV / AIDS

Gejala HIV dan AIDS sangat bervariasi, tergantung pada fase infeksi.

  1. Infeksi primer (HIV akut)

    Satu atau dua bulan setelah virus memasuki tubuh, mayoritas orang yang terjangkit HIV mengembangkan penyakit layaknya flu. Penyakit yang dikenal sebagai infeksi HIV primer atau akut ini dapat berlangsung selama beberapa minggu.

    Kemungkinan tanda dan gejala meliputi: Demam, sakit kepala, sakit otot dan nyeri sendi, ruam, sakit tenggorokan, serta kelenjar getah bening yang membengkak di leher.

  2. Infeksi laten klinis (chronic infection)

    Pada beberapa kasus, kondisi ini menyebabkan kelenjar getah bening terus-menerus. Jika tidak, biasanya tidak ada gejala spesifik yang muncul.

    Fase ini bisa berlangsung selama puluhan tahun pada orang yang memakai obat antiretroviral. Tapi ini tidak menutup kemungkinan penderita untuk mengalami kondisi parah yang lebih cepat.

  3. Gejala awal infeksi HIV

    Akibat sel kekebalan tubuh yang semakin menurun, virus HIV terus berkembang biak di dalam tubuh. Seseorang mungkin mengalami infeksi ringan atau tanda dan gejala kronis, seperti demam, kelelahan, kelenjar getah bening yang membengkak, diare, penurunan berat badan secara drastis, dan rentan sariawan.

Saat penderita tidak menerima pengobatan yang sesuai, kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS dalam waktu 10 tahun.
Saat AIDS sudah berkembang, sistem kekebalan tubuh sudah dalam kondisi rusak parah. Ini membuat penderita rentan terhadap infeksi oportunistik, atau kondisi yang biasanya tidak menyebabkan gangguan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Adapun beberapa kondisi yang bisa memperparah gejala HIV. Berikut beberapa di antaranya:

  • Asupan gizi yang tidak terpenuhi,
  • Kurang istirahat,
  • Stres atau beban emosional yang tinggi,
  • Kurang aktivitas fisik, termasuk olahraga.
    Pengobatan HIV / AIDS

Hingga sekarang, obat untuk menyembuhkan penyakit mematikan ini masih belum ditemukan. Obat-obatan yang ada hanya sebatas memperlambat perkembangan HIV / AIDS pada penderita.

Menyikapi bahaya HIV / AIDS, sebaiknya Anda mulai berbenah diri. Ini bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjauhi narkoba, dan seks bebas. Salam sehat!

[NB/ RVS]