Mengatasi Diabetes dengan Buncis

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 28 Jul 2017, 13:48 WIB
Konsumsi buncis ternyata dapat memperbaiki kontrol gula darah Anda, lho.
Mengatasi Diabetes dengan Buncis

Klikdokter.com, Jakarta Buncis adalah salah satu jenis sayuran yang mudah didapat dan selalu ada sepanjang tahun. Harganya yang murah bukan berarti manfaatnya sedikit. Nyatanya, konsumsi buncis setiap hari sangat bermanfaat bagi penderita diabetes mellitus tipe 2.

Buncis tergolong tanaman dari keluarga polong-polongan (legumes). Tanaman polong-polongan—seperti kacang kedelai—memiliki profil nutrisi yang baik, di antaranya yaitu kaya akan serat sehat dan protein. Faktanya, tanaman polong-polongan merupakan sumber protein nabati terbaik.

Sebuah studi sempat meneliti efek konsumsi tanaman polong-polongan setiap hari, selama tiga bulan, terhadap kontrol gula darah. Studi yang dipublikasi dalam Archives of Internal Medicine tahun 2012 silam itu melibatkan 121 pria dan wanita dengan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).

Ratusan pria dan wanita itu dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi secangkir tanaman polong-polongan setiap hari. Kelompok kedua mengonsumsi diet tinggi serat gandum.

Di awal penelitian dan setelah tiga bulan, dilakukan perbandingan beberapa panel yang berhubungan dengan diabetes pada kedua kelompok. Hasil yang lebih dulu disebutkan, menunjukkan kelompok yang mengonsumsi tanaman polong-polongan. Hasilnya yaitu:

  • Kadar HbA1c untuk melihat kontrol gula darah harian selama 2-3 bulan terakhir menurun sebesar 0,5% berbanding 0,3%. Penurunan sebesar 0,3-0,4% untuk HbA1c sudah dianggap bermakna.

  • Tekanan darah sistolik menurun 4,5 mmHg berbanding 2,1 mmHg, dan tekanan darah diastolik menurun 3,1 mmHg berbanding 1,6 mmHg. Ini berarti, penurunan tekanan secara umum 2 kali lipat lebih besar pada kelompok polong-polongan dibandingkan kelompok gandum.

  • Berat badan menurun sebanyak 2,7 kg berbanding 2,0 kg.

  • Kadar kolesterol menurun sebanyak 8 mg/dL berbanding 4 mg/dL, dan kadar trigliserida menurun sebanyak 22 mg/dL berbanding 13 mg/dL.

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsumsi tanaman polong-polongan setiap hari akan memperbaiki metabolisme tubuh. Mengapa?

Alasannya, buncis memiliki indeks glisemik (IG) yang rendah (<55) karena kaya akan karbohidrat kompleks, yaitu serat. Kadar IG yang rendah berarti tidak menimbulkan peningkatan gula darah yang cepat dan tiba-tiba. Ini penting untuk penderita diabetes.

Konsumsi buncis dalam jangka panjang juga akan menurunkan berat badan, yang merupakan kunci dari pengendalian diabetes dan pencegahan berbagai penyakit degeneratif lainnya (misalnya penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker).

Serat di dalam buncis lebih sulit dicerna sehingga orang yang mengonsumsinya tidak mudah lapar. Frekuensi makan otomatis berkurang, sehingga berat badan akan berkurang pula.

Oleh sebab itu, buncis sebaiknya menjadi bagian dari konsumsi makanan penderita diabetes sehari-hari. Ingat, bahwa konsumsi buncis sehari dapat menjauhkan Anda dari komplikasi diabetes dan berbagai penyakit lainnya.

[BA/ RVS]