Mengenal Gula Kayu yang Ramah pada Penderita Diabetes

Oleh Kartika Tarigan pada 09 Agu 2017, 13:56 WIB
Gula kayu disebut lebih ramah terhadap diabetesi dibanding gula putih yang biasa dikonsumsi.
Mengenal Gula Kayu yang Ramah pada Penderita Diabetes

Klikdokter.com, Jakarta Bagi diabetesi, mengurangi konsumsi gula adalah hal yang wajib dilakukan untuk mengontrol kadar gula dalam darah dan menghindari terjadinya berbagai komplikasi penyakit. Hal ini tentunya akan membuat sebagian diabetesi merasa “hampa” dan merindukan rasa manis yang biasa didapat dari gula.

Tapi jangan sedih dulu. Sebagai alternatif, baru-baru ini penelitian menyebut ada jenis gula pengganti yang dapat digunakan untuk diabetesi, yaitu gula kayu. Jenis pemanis ini disebut aman karena terbuat dari bahan alami.

“Gula kayu merupakan jenis gula baru yang berasal dari serat tumbuhan, yang diperoleh dari ekstrak kulit kelapa, batang bambu, bonggol jagung, dan tumbuhan lainnya,” kata Dr. Yoshihisa Asano, PhD, DPH, ahli riset medis dan ahli nutrisi, dalam seminar bertajuk “Tepatkah Konsumsi Gula Anda?” di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Gula kayu disebut lebih ramah terhadap diabetesi karena memiliki jumlah kalori di bawah gula putih yang biasa dikonsumsi. Jika dibandingkan, setiap 1 gram gula putih memiliki 4 kalori, sedangkan gula kayu 0 kalori. Hal itu tentu dapat membantu mencegah melonjaknya kadar gula dalam darah.

“Ada banyak riset mengatakan gula kayu dapat menghambat aktivitas enzim sukrase. Sehingga gula kayu jika dikonsumsi bersama gula (putih) dapat menurunkan kenaikan kadar gula dalam darah,” tutur Dr. Asano yang merupakan pendiri perusahaan Noguchi Medical Research Institute.

Selain itu, lanjutnya, gula kayu juga memiliki kandungan probiotik yang baik bagi tubuh. “Yang membuat gula kayu berbeda, karena dapat meningkatkan jumlah bakteri ‘baik’ (probiotik) dalam usus, yang berfungsi untuk menjaga sistem metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh.”

Anjuran konsumsi gula dalam satu hari
Menurut pakar gizi, Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc., meski harus mengurangi konsumsi gula, bukan berarti Anda harus menghentikan secara total seluruh asupan gula. Tubuh tetap membutuhkan gula untuk membantu proses metabolisme.

Namun, Anda benar-benar harus memperhatikan jumlah asupan gula, terutama jika Anda rentan terhadap diabetes. Menurutnya, dalam satu hari sebaiknya Anda tidak mengonsumsi gula lebih dari 200 kalori.

“Dalam 1 gram gula ada 4 kalori, sementara kebutuhan tubuh 200 kalori berarti sekitar 50 gram. Atau setara dengan 12 sendok teh,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Jadi, penting untuk menjaga jumlah asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Namun, Anda bisa mencoba alternatif pemanis alami lainnya untuk mendapatkan rasa manis yang lebih sehat, salah satunya dengan mengganti konsumsi gula Anda dengan gula kayu.

[RS/ RVS]