Remaja Gemar Tawuran, Bisa Jadi karena Kurang Gizi saat Bayi

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 10 Agu 2017, 12:56 WIB
Kurangnya nutrisi saat bayi diyakini dapat memicu perilaku agresif saat remaja. Misalnya, anak jadi gemar tawuran dan berbuat onar.
Remaja Gemar Tawuran, Bisa Jadi karena Kurang Gizi saat Bayi

Klikdokter.com, Jakarta Asupan nutrisi yang tak tercukupi sejak kecil diduga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Salah satunya dalam soal kecerdasan emosi.

Hal ini pula yang membentuk opini bahwa remaja yang gemar tawuran, bisa jadi mengalami kekurangan gizi saat bayi. Bagaimana faktanya?

Kebutuhan nutrisi sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Pemerintah Indonesia sendiri telah memperkenalkan gerakan Scalling Up Nutrition.

Gerakan ini dicanangkan sebagai upaya untuk memperkenalkan informasi bahwa 1.000 hari pertama kehidupan—dari janin hingga anak berusia 2 tahun—merupakan periode emas yang krusial.

Pemerintah juga menyatakan bahwa nutrisi yang baik pada periode ini dapat mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif anak.

Perlu diketahui, perkembangan sel-sel otak anak pada 1.000 hari pertama kehidupan berkembang sangat pesat. Bila kebutuhan nutrisi tidak tercukupi pada masa ini, akan memicu sejumlah gangguan pada anak.

  • Kekurangan zat besi dan yodium pada 1.000 hari pertama kehidupan anak akan berdampak pada perkembangan motorik dan kognitifnya.

    Perkembangan motorik berkaitan dengan kemampuan gerak anak. Sementara itu, perkembangan kognitif berhubungan dengan kemampuan daya pikir serta kecerdasan anak yang dapat memengaruhi perilaku mereka.

  • Kekurangan DHA dan asam lemak esensial pada usia dini dapat memengaruhi kemampuan otak untuk memproduksi sinaps dan mengoptimalkan fungsi membran sel otak.

    Jika itu terjadi, anak akan mengalami masalah perilaku dan belajar, serta memiliki memori yang buruk.

  • Kekurangan kolin, asam folat, dan zink dapat memengaruhi kemampuan otak pada awal perkembangan anak, serta menimbulkan gangguan pertumbuhan.

Pernyataan yang mengaitkan remaja gemar tawuran dengan kurangnya gizi saat bayi, juga pernah diungkapkan oleh Dr. dr. Saptawati Bardosono, dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," kata Saptawati, seperti dikutip dari Tempo.

Sebagai orang tua, hal yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan 1.000 hari pertama kehidupan anak adalah dengan:

  • Mengonsumsi makanan kaya nutrisi selama masa kehamilan
  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
  • Rutin memantau tumbuh kembang bayi di fasilitas kesehatan
  • Memberikan MPASI setelah bayi berusia 6 bulan
  • Tidak melewatkan jadwal pemberian imunisasi

Meski demikian, hubungan antara remaja gemar tawuran dengan kurangnya gizi saat bayi masih perlu diteliti lebih lanjut. Karena tentunya faktor penyebab remaja sering berbuat onar dapat bermacam-macam, tidak hanya dari nutrisi.

[RS/ RVS]