5 Fakta Mencengangkan Tentang Ganja

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 10 Agu 2017, 17:43 WIB
Ganja berbahaya? Bikin kecanduan? Masa, sih? Inilah sejumlah fakta menarik tentang ganja yang jarang diketahui orang.
5 Fakta Mencengangkan Tentang Ganja

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi Marcello Tahitoe atau yang dikenal dengan Ello ditangkap Tim Res Narkoba Jakarta Selatan, akibat dugaan kepemilikan ganja. Meskipun beritanya ramai dibicarakan pada hari ini, tetapi penangkapan terhadapnya sudah dilakukan sejak Minggu malam lalu, 6 Agustus 2017.

“Ditangkap pada hari Minggu kalau enggak salah,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (10/8/2017).

Walau perkembangan ganja di Indonesia erat kaitannya dekat dengan dunia kriminal, ternyata ganja juga menyimpan manfaat terutama dalam dunia kedokteran. Berikut sejumlah fakta menarik soal ganja yang jarang diketahui:

  1. Menyembuhkan gegar otak

    Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Cerebral Cortex menunjukkan, ganja memiliki kemungkinan dapat membantu menyembuhkan kondisi gegar otak atau cedera traumatis lainnya. Dalam jurnal itu, eksperimen dilakukan pada tikus.

    Bahkan, profesor Lester Grinspoon dari Harvard Medical School menegaskan bahwa ganja memiliki kemampuan untuk melindungi otak. “Sudah banyak dokter dan peneliti percaya bahwa marijuana memiliki sifat neuroprotektif yang sangat kuat. Hal ini berdasarkan data laboratorium dan klinis,” tegasnya.

  2. Memperlambat dan menghentikan penyebaran sel kanker

    Jurnal Molecular Cancer Therapeutics mengungkapkan, cannabidiol (salah satu senyawa pada ganja) memiliki kemampuan untuk menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1. Hal ini juga senada dengan apa yang ditemukan para periset di California Pacific Medical Center, San Francisco, bahwa cannabidiol dapat mencegah penyebaran kanker.

    Para peneliti bereksperimen pada sel kanker payudara di laboratorium yang memiliki tingkat Id-1 yang tinggi serta merawatnya dengan cannabidiol. Hasilnya positif, sel-sel menurunkan ekspresi Id-1 dan membuatnya tidak agresif.

    Selain itu, American Association for Cancer Research telah menemukan bahwa ganja dapat berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan tumor di otak, payudara, dan paru-paru.

  3. Mencegah penyakit Alzheimer

    Sebuah studi tahun 2006 yang dipimpin oleh Kim Janda dari Scripps Research Institute menemukan, THC yang merupakan bahan aktif dalam ganja dapat memperlambat pembentukan plak amiloid. Plak ini membunuh sel otak dan berpotensi menyebabkan penyakit Alzheimer.

  4. Mengurangi tremor pada penderita Parkinson

    Penelitian terbaru dari Israel menunjukkan, mengonsumsi ganja dapat mengurangi rasa sakit dan tremor. Hal ini tentunya dapat memperbaiki waktu tidur bagi pasien penyakit Parkinson.

    Selain itu, ganja juga berhasil meningkatkan kemampuan motorik halus penderita parkinson. Perlu diketahui, saat ini pemerintah Israel sudah membuat ganja medis legal dan melakukan banyak penelitian tentangnya.

  5. Mengobati glaukoma

    Menurut National Eye Institute, ganja dapat menurunkan tekanan di dalam mata. “Studi pada awal tahun 1970 menunjukkan ganja dapat menurunkan tekanan intraokular pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma,” kata penelitian tersebut.

Selain mengurangi tekanan pada bola mata, efek lanjutan yang ditimbulkannya adalah dapat mencegah kebutaan.

Meski menyimpan banyak manfaat, status ganja di Indonesia masuk dalam golongan I narkotika. Sehingga, seorang yang kedapatan memiliki ganja dapat dituntut hukuman penjara minimum 4 tahun (Pasal 111 UU No. 35 Narkotika 2009).

Selain itu, penelitian mengenai ganja masih banyak dilakukan di luar negeri. Di Indonesia sendiri, penelitian tentang ganja untuk kepentingan medis belum dimulai meskipun beberapa pihak sudah mendorong pemerintah.

[RS/ RVS]

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter