Bahaya di Balik Ganja

Oleh Kartika Tarigan pada 10 Agu 2017, 17:47 WIB
Penangkapan musisi Ello oleh polisi akibat kepemilikan ganja membuka mata tentang bahaya benda haram yang satu ini. Apa saja bahayanya?
Bahaya di Balik Ganja

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello (34) ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan terkait kepemilikan ganja. Ganja masuk dalam golongan narkotika. Tanaman ganja ternyata memiliki sejumlah bahaya bagi tubuh.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, mengonsumsi ganja bisa jadi penyebab melemahnya jantung. Sejumlah jurnal yang dipublikasikan oleh American Heart Association juga menyebutkan bahwa ganja dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan jantung. Meski demikian, hal itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Ganja berasal dari tanaman Cannabis Sativa yang mengandung zat narkotik yang dapat memabukkan dan memberi efek menenangkan.

Ganja juga dapat memberikan efek halusinasi dan perasaan senang pada pemakainya. Efek samping penggunaan ganja pada jantung di antaranya yaitu nyeri dada, gangguan irama jantung, kardiomiopati, dan serangan jantung.

Efek yang dihasilkan usai menggunakan ganja disebut dapat meningkatkan denyut jantung sebanyak 100 persen. Zat Tetrahydrocannabinol (THC) yang terkandung dalam tumbuhan ganja merupakan zat dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan berbahaya bagi kesehatan jantung.

Ganja juga meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan darah yang terus-menerus akan mengakibatkan beban kerja jantung semakin berat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi gangguan pada fungsi jantung di masa yang akan datang.

Zat yang terkandung dalam ganja juga akan menyerang pembuluh darah dan mengakibatkan kerusakan. Kerusakan pembuluh darah akan menurunkan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan membuat Anda lebih rentan terkena serangan jantung.

Menurut data dari French Addictovigilance Network, dalam rentang waktu tahun 2006-2010 terdapat hampir 2000 kasus gangguan kesehatan pada pengguna ganja. Sebanyak 30 kasus di antaranya merupakan gangguan serangan jantung, gangguan pembuluh darah jantung, dan gangguan irama jantung.

1 of 2

Ganja dan perubahan struktur otak

Selain berbahaya bagi jantung, penggunaan ganja dalam jangka waktu yang lama dengan jumlah yang besar juga dapat menyebabkan perubahan struktur otak.

Peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menemukan bahwa beberapa bagian dari otak seperti hipokampus dan amygdala, berukuran lebih kecil pada pengguna ganja berat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi ganja.

Reduksi volume rata-rata berkisar 12 persen pada hipokampus dan 7,1 persen pada amygdala. Penggunaan ganja juga berkaitan dengan gejala dari gangguan psikotik (suatu gangguan jiwa).

Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut membantah persepsi yang tersebar luas mengenai penggunaan ganja yang tidak menyebabkan sekuel kelainan organ tubuh.

Meski penggunaan dalam jumlah sedikit tidak akan menyebabkan efek neurotoksik (kelainan pada saraf), hasil dari penelitian tersebut membuktikan bahwa konsumsi ganja dalam jumlah banyak setiap harinya dapat mengakibatkan toksik untuk jaringan otak manusia.

Sementara penelitian lainnya menunjukkan bahwa terlalu banyak menggunakan ganja dapat menyebabkan perasaan cemas pada seseorang.

Menurut jurnal dari Annales Pharmaceutiques Francaises tahun 2008 yang berjudul Induced Psychiatric and Somatic Disorders to Cannabis mengatakan bahwa penggunaan ganja berhubungan dengan timbulnya gejala psikosis dan kecemasan.

Demikian tadi penjabaran mengenai bahaya di balik ganja. Seperti zat psikoaktif lainnya, ganja bisa menjadi faktor yang memperparah kondisi psikis pengguna.

[BA/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter