Tora Sudiro, Dumolid, dan Sindrom Tourette

Oleh Kartika Tarigan pada 11 Agu 2017, 15:12 WIB
Adakah hubungan antara penggunaan dumolid dengan sindrom tourette yang diderita Tora Sudiro?
Tora Sudiro, Dumolid, dan Sindrom Tourette

Klikdokter.com, Jakarta Kabar terbaru muncul dari Tora Sudiro yang beberapa waktu lalu ditangkap polisi atas kepemilikan obat-obatan terlarang yaitu dumolid.

Kuasa hukum Tora, Lydya Wongsonegoro menyebut bahwa saat ini kliennya itu tengah mengalami sindrom tourette. Apa itu sindrom tourette?

Seperti ditulis situs Mayo Clinic, sindrom tourette adalah sebuah gangguan neuropsikiatri yang menyebabkan penderitanya melakukan hal-hal semacam gerakan berulang yang tidak disengaja, diluar kendali, dan bersifat tiba-tiba. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh penderita sindrom tourette disebut tic.

Umumnya, tic muncul dan menyerang anak usia 2-15 tahun. Tic lebih banyak menimpa anak laki-laki. Anak laki-laki memiliki risiko empat kali lebih besar dari anak perempuan.

Hingga kini, sejumlah peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi pemicu utama dari sindrom tourette. Namun sejumlah ahli beranggapan bahwa faktor genetika dan lingkungan berperan memicu tic.

Lebih lanjut, mereka meyakini bahwa tic disebabkan oleh bahan kimia di otak yang mentransmisikan impuls saraf (neurotransmiter), termasuk dopamin dan serotonin. Alhasil, orang yang memiliki riwayat sindrom tourette atau gangguan tic dipercaya dapat meningkatkan risiko pengembangan sindrom tourette.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, penderita sindrom ini harus mendapatkan serangkaian terapi dan pengobatan untuk mengontrol tic. Memang pada umumnya tic akan berkurang dan dapat dikendalikan seiring bertambahnya usia. Namun jika tidak ditangani, tic dalam tingkat yang lebih parah dapat mengganggu komunikasi, fungsi, dan kualitas hidup sehari-hari.

Kondisi yang sering dikaitkan dengan sindrom tourette meliputi attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan spektrum autisme, gangguan tidur, depresi, gangguan kecemasan, dan tidak mampu mengontrol kemarahan.

1 of 2

Tora Sudiro dan Sindrom Tourette

Pada akhirnya, banyak orang dengan sindrom tourette merasa malu dan tidak percaya diri dalam berhubungan sosial dengan lingkungan.

Mereka merasa tertekan, cemas, bahkan depresi dengan gerakan-gerakan tubuh yang tak dapat dikontrol. Di sinilah ada kemungkinan penderita akhirnya menggantungkan hidupnya pada obat-obatan untuk mendapatkan rasa tenang dan kembali meningkatkan rasa percaya diri.

Dalam kasus Tora Sudiro, dia mengaku dumolid yang dia konsumsi dimanfaatkan sebagai obat penenang dan membantu mengurangi masalah sulit tidur. Sementara, kuasa hukum Tora berkisah mengenai sindrom tourette dan menyebut kondisi itu telah mengganggu aktivitas Tora. Menurut Lydya, sudah dua tahun belakangan ini, suami dari aktris Mieke Amalia itu terpaksa menenangkan diri dengan mengonsumsi obat yang dianggap masuk dalam kategori psikotropika.

"Setahun, dan dia kena penyakit syndrome tourette, suka goyang-goyang gitu kan kepalanya. Itu udah dua tahun dia (sakit). Kalau dia cemas atau apa, gitu goyang-goyang, tangannya getar, kepala juga," kata Lydia Wongsonegoro ditemui kawasan Wijaya, Kebayoban Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017) seperti dikutip dari Bintang.com.

Dari apa yang dijabarkan di atas, bisa jadi ada hubungan antara penggunaan dumolid pada Tora Sudiro untuk mengatasi sindrom tourette. Selain itu, Tora pun merasa perlu mengendalikan kebiasaan sulit tidur di malam hari yang dikaitkan dengan sindrom tourette. Meski demikian, jika Anda atau anggota keluarga terkena sindrom tourette, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

[BA/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter