Bahayakah Kebanyakan Makan Buah?

Oleh Kartika Tarigan pada 11 Sep 2017, 16:32 WIB
Terlalu banyak makan buah ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Apa bahayanya?
Bahayakah Kebanyakan Makan Buah?

Klikdokter.com, Jakarta Buah-buahan adalah jenis makanan yang masuk dalam kategori makanan sehat dan dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun, seperti makanan lain, mengonsumsi buah pun ada batasannya. Makan buah dalam porsi berlebihan ternyata dapat memberi dampak negatif bagi tubuh Anda.

Buah, sumber serat

Buah-buahan merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh. Serat berguna untuk menjaga pencernaan dan melancarkan sistem metabolisme tubuh Anda. Namun, terlalu banyak makan buah membuat tubuh menerima serat dalam jumlah berlebihan. Alih-alih menjaga pencernaan, terlalu banyak mengonsumsi serat malah dapat mengganggu sistem pencernaan Anda.

Menurut departemen kesehatan di Columbia University, jumlah asupan serat yang terlalu banyak dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi, sebab seluruh bagian perut telah dipenuhi serat. Selain itu, Anda juga mungkin akan mengalami sejumlah masalah pencernaan seperti perut kembung, keram perut, hingga diare.

Meski termasuk makanan sehat, buah-buahan tidak mengandung seluruh zat yang dibutuhkan tubuh. Beberapa jenis buah juga dikenal memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, namun kurang mengandung asam lemak esensial serta asam amino yang diperlukan tubuh. Zat gizi esensial lebih banyak ditemukan pada daging, kacang, serta biji-bijian.

Gula dalam buah

Selain kaya akan serat dan karbohidrat, buah-buahan juga memiliki sejumlah kandungan lain. Salah satunya adalah kandungan gula alami yang disebut fruktosa. Meski alami, Anda tetap perlu mengontrol dan menghindari konsumsi fruktosa tersebut secara berlebihan.

Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat memicu berbagai penyakit. Salah satu dampak terlalu banyak mengonsumsi gula adalah meningkatnya kadar gula dalam darah yang berujung pada diabetes.

Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kadar lemak yang disimpan dalam tubuh meningkat, serta memicu resistensi insulin. Semakin lama, hal tersebut dapat berujung pada diabetes melitus tipe 2.

Hal itu juga berlaku pada fruktosa, gula yang hanya ditemui pada buah-buahan. Fruktosa yang Anda konsumsi akan dimetabolisme di hati atau liver. Jumlah asupan fruktosa yang berlebihan menyebabkan liver mengubah kelebihan gula tersebut menjadi lemak. Lemak yang berasal dari gula berlebih ini secara khusus disimpan dalam bentuk trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah yang berbahaya.

Trigliserida akan disimpan dalam sel lemak di seluruh tubuh Anda.

Porsi yang tepat

Agar Anda memperoleh manfaat yang maksimal dari buah, konsumsilah buah secukupnya. Anjuran mengonsumsi buah yang baik adalah, sebanyak dua sampai tiga porsi dalam satu hari, dan dengan jenis buah yang beragam.

Pedoman gizi seimbang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan untuk mengonsumsi 400-600 gram buah dan sayuran bagi orang dewasa. Sementara pada anak balita hingga usia sekolah, kebutuhan buah dan sayur adalah 300-400 gram per hari. Sekitar dua per tiga dari jumlah anjuran konsumsi sayuran dan buah tersebut adalah porsi sayur.

Ayo, makan buah! Tapi ingat, jangan mengonsumsi buah secara berlebihan, ya. Anda dapat mengonsumsi buah sesuai dengan pedoman gizi seimbang di atas. Kalau tidak, diabetes dan penyakit lain yang muncul karena asupan gula berlebih mungkin saja menyerang Anda.

[BA/ RVS]

Silahkan Tap "Tanya Dokter" Untuk Mengajukan Pertanyaan

Tanya Dokter