Terlalu Sering Nonton Televisi Bahayakan Kesehatan Anda

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 28 Sep 2017, 12:05 WIB
Hati-hati, Anda akan mengalami beberapa penyakit ini jika terlalu sering menonton televisi.
Terlalu Sering Nonton Televisi Bahayakan Kesehatan Anda

Klikdokter.com, Jakarta Menonton televisi memang sangat menghibur dan menambah wawasan. Namun kebiasaan ini juga dapat mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu penyakit yang muncul akibat terlalu sering menonton televisi yaitu serangan jantung.

Selain itu, Anda juga dapat mengalami gangguan tidur.Lantas apa lagi penyakit yang mengintai orang-orang yang gemar menonton televisi? Simak penjabarannya di bawah ini.

1. Jantung

Sebuah penelitian menemukan bahwa setiap satu jam aktivitas menonton televisi dapat meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 persen, dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 persen. Analisis data tersebut dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia.

Artinya, orang yang menonton televisi lebih dari empat jam memiliki 80 persen peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, dibandingkan orang yang menonton kurang dari dua jam setiap hari. Peningkatan risiko tersebut terhitung selama periode waktu enam tahun.

2. Menurunkan kualitas sperma

Sebuah penelitian di Harvard University menemukan, pria yang menonton televisi lebih dari 20 jam, memiliki sperma 44 persen lebih sedikit daripada pria yang tidak menonton televisi. Sementara itu, pada penelitian sebelumnya, menonton televisi berkepanjangan juga berkaitan dengan tingkat impotensi yang lebih tinggi.

3. Merusak hubungan Anda

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Mass Communication and Society, harapan tidak realistis yang disuguhkan televisi dapat merusak komitmen Anda dengan pasangan.

4. Gangguan tidur

Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat memengaruhi ritme alami tubuh. Alhasil, Anda akan terjaga lebih lama, tidur tidak teratur, dan cepat lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

5. Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara televisi atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia tiga tahun menemukan fakta, anak-anak yang terlalu sering menonton televisi (secara langsung atau tidak) akan berisiko memamerkan perilaku agresif.

Terpapar adegan kekerasan di media membuat anak-anak lebih mungkin menerimanya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa anak yang terpapar adegan kekerasan di televisi dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang agresif.

6. Memperbesar risiko diabetes

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association, tahun 2003, mengungkapkan bahwa risiko penyakit diabetes akan meningkat 14 persen saat seseorang menonton televisi selama dua jam dalam sehari. Hal ini bisa terjadi karena banyak waktu dihabiskan untuk duduk-duduk sambil meningkatkan asupan makanan yang tidak sehat. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton televisi lebih dari 40 jam seminggu, tiga kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2, daripada pria yang menonton televisi kurang dari satu jam setiap minggu.Agar terhindar dari beberapa penyakit di atas, Anda perlu membatasi kegiatan menonton televisi.

Anda dapat mengisi waktu luang dengan melakukan olahraga atau aktivitas lain bersama keluarga, seperti main di taman. Aktivitas fisik seperti ini tentu lebih menyehatkan tubuh.

[BA/ RVS]