Benarkah Gula Selalu Berbahaya bagi Kesehatan?

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 10 Okt 2017, 14:37 WIB
Gula memang dimusuhi oleh orang yang menderita diabetes. Namun benarkah gula selalu berbahaya bagi kesehatan?
Benarkah Gula Selalu Berbahaya bagi Kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Gula memang sangat berkaitan dengan penyakit diabetes dan obesitas. Oleh karena itu, banyak orang menghindari gula agar terhindar dari dua gangguan kesehatan tersebut. Namun bukan berarti gula selalu berbahaya bagi tubuh.

Gula justru merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. Tanpa gula, organ di dalam tubuh – terutama otak – tidak akan dapat bekerja secara normal sesuai fungsinya.

Fungsi utama gula adalah memberikan energi untuk proses fisiologis seperti respirasi, kontraksi serta relaksasi otot, irama jantung, regulasi suhu tubuh, dan masih banyak lagi. Gula dan karbohidrat memasok sekitar setengah dari energi total yang dibutuhkan oleh tubuh. Gula dan karbohidrat yang disimpan tubuh disebut glikogen.

Otak, neuron, dan sel darah adalah beberapa bagian tubuh yang membutuhkan gula. Untuk bisa berkembang, otak, neuron, dan sel darah memanfaatkan glukosa sebagai energi. Jika tidak ada asupan gula ke dalam tubuh, ketiga bagian tubuh itu akan memanfaatkan glikogen dengan cara memecah jaringan otot.

Dengan kata lain, karbohidrat sangat diperlukan untuk kesehatan tubuh. Anda memerlukan setidaknya 50-100 gram karbohidrat per hari untuk mencegah kerusakan otot, menurut Oklahoma State University Cooperative Extension Service.

Banyak sekali macam gula olahan yang ada di Indonesia. Misalnya gula batu, gula merah (gula aren), dan gula pasir (gula putih biasa). Setiap gula olahan ini mempunyai rasa manis yang berbeda-beda. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar makanan dan minuman yang Anda konsumsi mengandung gula.

Walaupun sangat diperlukan oleh tubuh, konsumsi gula secara berlebihan ternyata dapat meningkatkan kadar gula darah. Peningkatan kadar gula di dalam tubuh kemudian memicu kelenjar pankreas untuk memproduksi hormon insulin. Fungsi hormon insulin adalah untuk mengatur kadar gula yang ada dalam darah.

Jika produksi insulin terganggu, maka kadar gula di dalam darah juga akan meningkat secara tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan penyakit diabetes melitus. Atau jika mengonsumsi gula terlalu banyak – sehingga hormon insulin tidak mampu melawan gula yang ada, maka dapat terjadi penumpukan gula di dalam darah. Kondisi ini juga menjadi faktor pemicu penyakit diabetes melitus.

Agar kesehatan tubuh tetap terjaga, Anda perlu mengonsumsi gula secukupnya. Kementerian Kesehatan merekomendasikan untuk mengonsumsi gula tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per orang dewasa per hari.

[BA/ RVS]