Hindari Kelumpuhan akibat Fibrilasi Atrium dengan MENARI

Oleh Kartika Tarigan pada 12 Okt 2017, 10:57 WIB
MENARI dapat membantu menurunkan risiko Fibrilasi Atrium (FA), yang merupakan penyebab utama kelumpuhan.
Hindari Kelumpuhan akibat Fibrilasi Atrium dengan MENARI

Klikdokter.com, Jakarta Fibrilasi Atrium (FA) merupakan salah satu bentuk gangguan irama jantung. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan sinyal listrik pada serambi jantung, yang menyebabkan kekacauan fungsi organ vital tersebut. Serupa dengan gangguan jantung lainnya, Fibrilasi Atrium bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Irama jantung yang tidak beraturan dapat membentuk gumpalan darah di sekitar jantung, dan mengakibatkan kecacatan. Pada tingkat yang lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung hingga gagal jantung.

Meski berbahaya dan dapat merenggut nyawa, Fibrilasi Atrium bisa dihindari. Bagaimana caranya?

Lewat kampanye FA 2017, salah satu metode Meraba Nadi Sendiri (MENARI) akan diperkenalkan sebagai tindakan pencegahan Fibrilasi Atrium. Kampanye ini merupakan kerjasama antara Indonesia Heart Rhytm Society (InaHRS), Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, serta Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI. Kampanye ini mengusung tema ‘Raba Nadi, Kenali Fibrilasi Atrium (FA), Hindari Kelumpuhan’.

Kenapa MENARI penting?

Dengan MENARI, Anda dapat mendeteksi kemungkinan kelainan irama jantung sedini mungkin. Sehingga, tindakan pencegahan untuk memulihkan kondisi dapat segera dilakukan.

MENARI sangat mudah untuk dipraktikkan. Anda bahkan tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya untuk melakukannya. Anda hanya perlu mengangkat tangan kiri dan meletakkannya sejajar dengan dada. Kemudian, raba dengan tiga jari tangan kanan sampai menemukan denyut nadi. Lalu rasakan dan amati denyut nadi Anda selama satu menit.

Menurut Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Prof. DR. dr. Yoga Yuniadi SpJP (K), Anda dapat mengenali kelainan irama jantung dengan mengecek denyut nadi. Jika nadi berdenyut dengan normal, artinya tidak ada yang salah dengan jantung Anda.

“Normalnya dalam satu menit denyut sekitar 60 sampai 100. Tapi kalau sampai 100 pun sudah berbahaya, paling tidak denyut aman di 85 sampai 90,” katanya dalam konferensi pers Kampanye Fibrilasi Atrium (FA) 2017 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (11/10/2017).

Menurut Yoga, selain melalui jumlah denyut, Anda juga harus memerhatikan konsistensi denyut nadi. Jika denyut yang dihasilkan terasa aneh dan tak biasa, maka Anda harus mencurigai kejadian Fibrilasi Atrium dan segera melakukan pemeriksaan.

“Jadi kalau denyut tidak normal, kadang cepat, kadang lambat, malah kadang berhenti, itu bisa jadi tanda FA,” ujarnya.

Yoga mengimbau untuk rutin melakukan metode MENARI terutama di pagi hari. Sebab dia menyebut bahwa Fibrilasi Atrium banyak terjadi di pagi hingga siang hari, yaitu masa aktif tubuh dalam satu hari.

“Lakukan (MENARI) setidaknya satu kali sehari di pagi hari. Khususnya di usia 60 tahun ke atas. Saat menemukan tanda kelainan, segera periksakan diri,” kata Yoga yang juga profesor aritmia di RS Jantung dan Pembuluh Darah, Harapan Kita.

Dia menyebut bahwa dunia medis kini telah sedemikian berkembang, termasuk di bidang kardiovaskular. Hampir semua puskesmas di Jakarta, sambungnya, telah memiliki alat dan kemampuan untuk mendeteksi Fibrilasi Atrium.

Untuk itu, mari rutin MENARI dan segera periksakan diri saat menemui kelainan pada denyut nadi. Jangan lupa untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat, agar Fibrilasi Atrium (FA) dapat dihindari. Yuk, sayangi jantung mulai sekarang!

[NB/ RVS]