Ethan Zohn, Mantan Pesepak Bola yang Bangkit dari Kanker Limfoma

Oleh Rieke Saras pada 12 Okt 2017, 11:03 WIB
Terkena kanker limfoma Hodgkin bukanlah sebuah akhir. Ethan Zohn sudah membuktikannya.
Ethan Zohn, Mantan Pesepak Bola yang Bangkit dari Kanker Limfoma

Klikdokter.com, Jakarta Ethan Zohn (43) merasakan perubahan yang tak biasa pada tubuhnya. Ia mengalami gatal-gatal yang sangat mengganggu dan menjadi sering berkeringat pada malam hari. Untuk mengatasi gatal-gatal itu, ia telah mencoba krim, pil, dan berbagai obat, namun tak juga mempan. Ada apa dengan saya, ia bertanya-tanya.

“Setelah empat bulan, barulah dokter menemukan diagnosisnya,” kata mantan pesepak bola Timnas Amerika Serikat ini, saat ditemui oleh Klikdokter.com di Menteng (Rabu, 11/10/2017).

Ya, Zohn sempat bingung bukan kepalang dengan kondisi tubuhnya. Hingga suatu hari, dokter menemukan kelenjar getah bening yang membengkak di bawah klavikula kirinya, dan CT scan menunjukkan adanya massa di sisi kiri dadanya.

Pada April 2009, Zohn pun divonis terkena kanker limfoma Hodgkin Stadium 2B. Kanker ini menyerang sistem kelenjar getah bening dalam tubuh. Salah satu gejalanya memang gatal-gatal dan berkeringat pada malam hari.

Setelah terdiagnosis, Zohn diharuskan melakukan kemoterapi dan radiasi secara intensif. Namun, terapi-terapi ini nyatanya membuatnya semakin lemah. “Tubuh saya menolak bekerja sama, saya tidak bisa makan dan tidur,” ujarnya.

Meski demikian, Zohn tetap menolak takluk oleh kanker. Ia nekad memplontosi rambutnya bahkan sebelum rambutnya rontok, sebagai salah satu cara untuk berkata “Tidak” pada kanker.

“Pokoknya saya tidak mau diatur oleh kanker ini. Sebelum saya harus melihat rambut saya berguguran, mending saya langsung botakkin saja. Bald is the new Afro!” kenangnya, tertawa. Sebelum terkena kanker, rambut Afro memang telah menjadi trademark Zohn.

Ia juga menyimpan video diary yang menceritakan hari-harinya dalam menghadapi kanker. Dan setelah berbagai terapi yang dilakukan Zohn, termasuk stem cell, kankernya pun masuk ke dalam tahap remisi. Artinya, sel-sel kanker dalam tubuh Zohn sudah tidak terdeteksi.

Sayangnya, Zohn kembali didiagnosis dengan kanker yang sama pada tahun 2011, setelah 20 bulan berada dalam tahap remisi. Kali ini dokter menemukan sel-sel kanker itu di dadanya. Ia mengaku sempat malu karena merasa mengecewakan orang-orang, tapi ia tetap tak menyerah. Bahkan ia sempat mengikuti New York City Marathon dengan semangat.

Di samping pengobatan medis, untuk memaksimalkan penyembuhan, Zohn juga mencoba meditasi yang menurutnya sangat menenangkan. Akupunktur dan reiki juga ia terapkan. “Saya juga menekan konsumsi karbohidrat dan susu. Lebih memperbanyak sayur-sayuran hijau. Daging merah boleh-boleh saja, asal organik.”

Kini Ethan Zohn sudah bebas dari kanker limfoma Hodgkin. Pengalamannya dalam melawan kanker menginspirasinya untuk terus berjuang. Selain mendirikan organisasi nirlaba kesehatan Grassroot Soccer, ia juga aktif menjadi spokesperson untuk beberapa organisasi kanker.

“I hate cancer!” kata Ethan Zohn di salah satu video diary-nya. Dan kanker yang dibencinya, ternyata juga membencinya balik dan sungkan menghampirinya kembali.

[RS/ RVS]