Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini dengan SADANIS

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 25 Okt 2017, 14:20 WIB
SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) merupakan salah satu cara yang dianjurkan untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin.
Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini dengan SADANIS

Klikdokter.com, Jakarta Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan kasus kanker terbanyak yang dialami oleh wanita Indonesia. Studi pun menunjukkan bahwa lebih dari 70% kondisi tersebut baru diketahui pada stadium lanjut, sehingga kerap berujung pada kematian.

Guna menghindari kondisi itu, Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Kedua metode ini bertujuan untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, sehingga dampak buruk penyakit ini dapat diperkecil.

SADARI dilakukan oleh diri sendiri, dengan cara berdiri di depan cermin, melihat kulit payudara, dan melakukan perabaan pada payudara sesuai dengan petunjuk. Sedangkan SADANIS dilakukan oleh dokter.

Pada SADANIS, dokter akan memeriksa dan melakukan perabaan pada payudara sesuai dengan sistematika pemeriksaan secara medis. Bila ditemukan adanya benjolan, perubahan kulit payudara, keanehan pada puting payudara, dokter akan menyarankan pemeriksaan USG atau mamografi.

Mengapa Tidak Cukup dengan SADARI?

SADARI memang sangat praktis, tak membutuhkan biaya, dan dapat dilakukan setiap bulan. Namun karena dilakukan sendiri – dimana Anda tidak memahami sepenuhnya kondisi yang sedang terjadi – maka umumnya benjolan yang ditemukan sudah memiliki ukuran yang tergolong besar.

Atas alasan itu, SADANIS menjadi penting dan sangat perlu untuk dilakukan. Karena SADANIS dilakukan oleh dokter yang telah dilatih dan berpengalaman, sehingga benjolan atau kelainan pada payudara dapat segera diketahui, bahkan bila benjolan masih sangat kecil.

SADANIS dianjurkan untuk dilakukan pada orang berusia 20 tahun ke atas. Pada usia 20-40 tahun, metode ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. Sedangkan untuk usia di atas 40 tahun, SADANIS direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun.

Waktu terbaik untuk mengunjungi dokter guna melakukan SADANIS adalah pada hari ke 7-10 setelah haid dimulai. Ini karena pada saat itu kepadatan payudara berkurang, sehingga benjolan kecil pun dapat diraba dengan jelas. Sementara itu, pada wanita yang sudah menopause, SADANIS dapat dilakukan kapan saja.

Ingatlah bahwa kanker payudara adalah penyakit mematikan yang menjadikan wanita sebagai target utamanya. Segera lakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis), agar penyakit mematikan tersebut tidak merenggut hidup Anda. Semakin dini dideteksi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh!

[NB/ RVS]