Waspada Diabetes pada Anak

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 12 Des 2017, 15:04 WIB
Diabetes tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak.
Waspada Diabetes pada Anak (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kini, penyakit diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mengincar anak-anak dan remaja. Sayangnya, diabetes pada anak sulit dideteksi, sehingga tindakan preventif akan sedikit lebih sulit untuk dilakukan.

Selain pengaruh gaya hidup, penyakit ini juga bisa terjadi karena faktor genetik atau diturunkan. Menurut dr. Fiona Amelia MPH, diabetes pada usia muda disebut dengan MODY (maturity onset diabetes of the young). Diabetes jenis ini berbeda dengan diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Salah satu ciri khas MODY yaitu sangat terkait dengan genetik atau diwariskan. MODY disebabkan oleh mutasi (atau perubahan) salah satu gen. Bila salah satu orang tua mengalami mutasi gen ini, setiap anaknya memiliki peluang 50 persen mewariskan gen tersebut.

Pada umumnya, MODY tidak memiliki gejala atau hanya menunjukkan tanda diabetes ringan. Meski demikian, ada tiga kriteria utama untuk mengetahui seseorang tergolong MODY atau tidak.

Pertama, ia mengalami diabetes sebelum usia 25 tahun. Kedua, riwayat diabetes dalam keluarga selalu ditemukan. Ketiga, diabetes dapat ditangani dengan pengaturan diet dan obat minum, serta tidak selalu membutuhkan terapi insulin.

Secara umum, gejala diabetes pada anak baru bisa terlihat pada usia 7 tahun ke atas. Tanda-tanda yang muncul mirip dengan diare seperti muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun (koma), dehidrasi berat, dan kejang-kejang. Namun jika melihat secara spesifik, seorang anak yang terkena diabetes memiliki aroma napas yang berbau asam.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memantau kebiasaan makan dan aktivitas fisik anak. Hati-hati, anak yang memiliki berat badan berlebih memiliki peluang untuk menderita diabetes lebih tinggi.

Jangan anggap remeh diabetes pada anak. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka penyakit ini memiliki risiko komplikasi dalam jangka panjang. Karena itu, Anda perlu membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat, dan mengajaknya berolahraga secara rutin.

[BA/ RVS]