Benarkah Penderita Diabetes Tak Boleh Makan Apel?

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 26 Des 2017, 10:35 WIB
Apakah mitos penderita diabetes tidak boleh makan apel, benar? Cek penjelasannya di bawah ini.
Benarkah Penderita Diabetes Tak Boleh Makan Apel? (Billion photos/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak info yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa apel adalah buah yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sementara, beberapa orang yang lain menyatakan bahwa apel boleh dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes. Dari kedua pendapat ini manakah yang argumennya dapat dipertanggungjawabkan?

Pada dasarnya buah apapun menyimpan manfaat bagi tubuh. Seringkali buah-buah tertentu dianggap berbahaya hanya karena mengandung gula. Padahal, meskipun mengandung gula alami, hampir semua buah memiliki nutrisi lain seperti vitamin, mineral dan serat yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Sejumlah penelitian mengungkapkan, bahwa mengonsumsi buah dapat menurunkan risiko berkembangnya berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, obesitas dan kanker. Sementara jika Anda menderita diabetes, asupan karbohidrat penting Anda perhatikan. Sebab karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah.

Perlu Anda ketahui, setiap satu buah apel ukuran sedang beserta kulitnya, mengandung 95 kalori, 25 gram karbohidrat, dan 0,5 gram protein. Selain itu, buah apel juga mengandung 4 gram serat serta 0,4 gram lemak. Sebuah studi menunjukkan bahwa serat mampu melindungi penderita diabetes tipe 2 karena dapat mengontrol kadar gula darah seseorang.

Apel dan kadar gula darah

Meski apel mengandung gula, akan tapi sebagian besar gula yang ditemukan pada apel adalah fruktosa yang berbeda dengan gula pada umumnya. Fruktosa tidak menimbulkan kenaikan gula darah secara signifikan.

Selain itu, polifenol, yang merupakan senyawa tanaman yang ditemukan di apel, juga dapat memperlambat pencernaan karbohidrat dan menurunkan kadar gula darah

Glycemic Index (GI) dan Glycemic Load (GL) adalah indikator yang berguna untuk mengukur seberapa besar makanan memengaruhi kadar gula darah seseorang. Penelitian menunjukkan, bahwa skor apel relatif rendah pada skala GI dan GL. Artinya kenaikan kadar gula darah terjadi dalam batas minimal.

Apel memiliki manfaat yang sangat banyak. Konsumsi apel secara teratur juga bisa mengurangi resistensi insulin. Hal ini bisa terjadi karena kandungan polifenol pada apel (terutama ditemukan pada kulit apel) dapat merangsang pankreas untuk melepaskan insulin dan membantu sel untuk menyerap gula.

Intinya, apel adalah sumber serat, vitamin C dan antioksidan yang baik. Tidak hanya itu, apel juga membantu Anda merasa kenyang tanpa banyak mengonsumsi kalori.

Ada banyak alasan mengapa apel membantu mencegah diabetes. Antioksidan yang ditemukan di apel kemungkinan memainkan peran penting. Beberapa antioksidan itu diantaranya adalah quercetin, chlorogenic acid dan phlorizin.

Quercetin mampu membantu untuk memperlambat pengolahan karbohidrat. Selain itu juga berfungsi untuk mencegah naiknya gula darah. Chlorogenic acid, mampu membantu tubuh memanfaatkan gula secara lebih efisien. Sedangkan phlorizin membantu memperlambat penyerapan gula dan menurunkan tingkat gula darah.

Pemaparan di atas cukup menjelaskan berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan apabila rutin mengonsumsi apel. Hal tersebut juga berlaku bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes. Tapi jika Anda ingin merasa lebih aman dan pasti, sebelum mengonsumsi apel atau buah lainnya, konsultasikan dengan dokter tentang apa yang baik untuk kesehatan Anda.

[NP/ RVS]