Sakit Perut karena Mual atau Keracunan Makanan? Ini Bedanya

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 03 Jan 2018, 22:45 WIB
Sakit perut karena keracunan makanan dan perut mual memiliki gejala yang hampir serupa. Bagaimana membedakannya?
Sakit Perut karena Mual atau Keracunan Makanan? Ini Bedanya (9Nong/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah mengalami sakit perut akibat keracunan makanan atau merasa mual. Keduanya memiliki gejala yang hampir sama, yaitu rasa tidak nyaman pada perut. Lantas, bagaimana cara membedakannya?

Menurut Rabia De Latour, MD, ahli gastroenterologi di NYU Langone Health, New York, Amerika Serikat, dampak dari keracunan makanan baru bisa dirasakan 1-8 jam setelah makan. Namun, orang yang keracunan makanan tidak akan mendapatkan infeksi pada usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus dan bakteri selama 24-48 jam. Pada akhirnya, keracunan makanan selalu identik dengan mual, muntah, dan diare.

Sedangkan, menurut Neal Shipley, MD, direktur medis di Northwell Health-GoHealth Urgent Care, Amerika Serikat, tanda bahwa seseorang keracunan makanan adalah tubuhnya akan menderita deman tinggi. Jika dengan gejala seperti ini disertai muntah darah selama dua hari,  seseorang perlu segera menemui dokter.

Untuk mencari penyebab keracunan makanan, Anda dapat mengecek melalui riwayat makan. Anda dapat mengingat kembali, apakah sempat mengonsumsi makanan yang sudah lama ditinggalkan atau menyantap makanan yang belum matang? Jika ada kerabat mengalami masalah perut yang serupa usai makan makanan yang sama dengan Anda, maka ada kemungkinan Anda mengalami keracunan makanan.

Sementara itu, perut mual merupakan bagian dari penyakit mag yang biasa disebut gastritis atau radang lambung. Perut mual juga dapat menjadi gejala dari beberapa gangguan lambung lainnya, seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Mual karena mag menjadi gejala yang sangat mengganggu bagi penderitanya. Selain mengganggu aktivitas, rasa mual karena mag dapat menurunkan nafsu makan.

Pada umumnya, sakit mag dan radang lambung terjadi karena ada luka atau iritasi pada lapisan mukosa lambung dan membuat dinding lambung menjadi merah. Bahkan dinding lambung bisa mengalami bengkak, berdarah, dan luka.

Cara tercepat untuk meredakan keracunan makanan atau perut mual adalah dengan minum air dalam jumlah banyak. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan juga baik untuk menangkal penyebaran bakteri dan virus masuk ke tubuh Anda. Namun jika Anda merasakan gejala sakit perut semakin memburuk, segeralah periksakan diri ke dokter.

[BA/ RVS]