5 Jenis Diare yang Perlu Anda Tahu

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 05 Jan 2018, 10:51 WIB
Meski gejalanya hampir sama, diare ternyata memiliki jenis yang berbeda-beda.
5 Jenis Diare yang Perlu Anda Tahu (Emily frost/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diare merupakan peningkatan jumlah dan/ atau penurunan konsistensi tinja menjadi lunak maupun cair dalam waktu 24 jam. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Secara umum, diare memiliki gejala yang mirip. Di balik itu, keluhan ini ternyata memiliki jenis yang berbeda-beda. Itu mengapa ketika saat Anda mengalami diare, dan periksa ke dokter, Anda akan dihujani dengan sejumlah pertanyaan. Salah satunya adalah, seperti apa diare yang Anda alami.

Seperti dikutip dari Prevention, menurut Rudolph Bedford, MD, seorang gastroenterologist dari Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California, informasi tersebut penting bagi dokter Anda. Dengan mengetahui jenis diare yang Anda alami, dokter akan lebih mudah dan tepat dalam menentukan penyebab sekaligus menangani penyakit tersebut.

Berikut 5 jenis diare yang perlu Anda ketahui:

  • Diare osmotik

Diare jenis ini terjadi ketika terlalu banyak air masuk ke dalam perut. Pada diare osmotik (osmotic diarrhea), tinja penderita akan menjadi sangat encer. Salah satu penyebab diare osmotik adalah intoleransi laktosa. Ini adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa mencerna gula (laktosa) yang berasal dari susu.

  • Diare sekresi

Diare sekretorik atau secretory diarrhea terjadi akibat meningkatnya pengeluaran air dan elektrolit dari usus, serta menurunnya tingkat penyerapan di bagian tubuh tersebut. Diare jenis ini memiliki gejala yang mirip dengan diare osmotik. Seseorang yang menderita diare sekretorik akan tetap merasakan keluhan meski tubuhnya tidak kemasukan makanan ataupun minuman.

  • Diare eksudatif

Anda dikatakan menderita diare jenis ini jika tinja mengandung nanah dan darah. Diare eksudatif atau exudative diarrhea biasanya terkait dengan penyakit radang usus besar, seperti penyakit crohn atau kolitis ulseratif. Diare jenis ini juga dapat dipicu oleh infeksi yang disebabkan bakteri E. coli dan clostiridium difficile.

  • Diare paradoxical

Diare jenis ini membuat penderitanya kesulitan buang air besar. Meski begitu, penderitanya tetap bisa mengeluarkan tinja yang bersifat encer disertai dengan keluhan sembelit.

  • Pseudodiarrhea

Jika Anda buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari, berarti Anda menderita pseudodiarrhea. Penyebab diare jenis ini bervariasi, mulai dari infeksi bakteri hingga konstipasi. Meski begitu, diare ini memiliki gejala yang hampir mirip dengan beberapa jenis diare yang sudah dijelaskan di atas.

Ingatlah bahwa diare merupakan penyakit yang dapat merenggut nyawa penderita, terutama bila terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda menderita penyakit ini.

[NB/ RVS]