Gangguan Gigi dan Mulut yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Oleh drg. Callista Argentina pada 09 Jan 2018, 12:01 WIB
Ibu hamil sering mengeluh tentang keluhan bau mulut dan rasa tak enak pada gigi dan mulutnya? Cari tahu penyebabnya di sini!
Gangguan Gigi dan Mulut yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil (Kzenon/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika menjalani masa kehamilan seorang calon ibu mengalami beberapa perubahan pada dirinya. Perubahan yang terjadi tak hanya fisik, namun juga perubahan keadaan gigi dan mulut. Semua ini disebabkan karena terjadinya perubahan hormonal.

Bentuk gangguan pada gigi dan mulut yang dapat terjadi, antara lain :

1. Gingivitis (radang gusi)

Peningkatan level hormon estrogen menyebabkan ibu hamil lebih mudah terkena gingivitis dan hiperplasia gingiva (penebalan gusi akibat pembengkakan). Gingivitis biasanya menyerang sepanjang tepian gusi, dan gusi di antara gigi-gigi. Terjadinya perubahan hormon ini akan memperparah keadaan gingivitis yang sudah ada sebelumnya.

2. Granuloma piogenik (tumor kehamilan)

Berdasarkan Journal of Clinical & Diagnostic Research, kasus ini cukup jarang terjadi, yakni hanya pada 1-5 persen ibu hamil. Kondisi ini terjadi sebagai akibat peningkatan jumlah pembuluh darah secara abnormal. Penyebabnya adalah perubahan hormon seks, yang mana di area tersebut sudah terjadi peradangan gusi akibat penumpukan plak gigi.

Biasanya kondisi ini terjadi pada sisi bagian luar gusi di antara gigi, dan dapat terjadi kapan saja selama kehamilan, terutama pada kehamilan pertama saat trimester ke-1 dan ke-2. Tapi jangan khawatir, kondisi ini akan sembuh sendiri setelah proses melahirkan.

3. Gigi goyang

Para ibu hamil bisa juga mengalami gigi goyang, yang biasanya terjadi pada usia kehamilan akhir. Hal ini disebabkan karena terjadi perubahan pada jaringan di sekeliling permukaan akar gigi atau penyebab lainnya yang tidak berhubungan dengan kehamilan. Gigi goyang pada ibu hamil tidak berhubungan dengan kekurangan suplai kalsium pada tubuh, dan biasanya akan membaik setelah proses melahirkan.

4. Pengikisan enamel gigi

Morning sickness umum terjadi pada ibu hamil, yang menyebabkan rasa mual dan muntah akibat peningkatan level hormon gonadotropin (hormon yang berperan dalam kesuburan) pada trimester pertama. Pada ibu hamil yang terlalu sering mengalami muntah sampai mengganggu aktivitas atau seperti pada pasien bulimia, cairan asam lambung dapat mengikis sisi bagian dalam gigi, terutama pada gigi depan.

5. Gigi berlubang

Pada ibu hamil yang mengalami gingivitis, kegiatan menyikat gigi jadi terasa tak nyaman. Walaupun kondisi ini bisa dibilang jarang terjadi, tapi dapat memicu terjadinya karies gigi, bahkan gigi berlubang.

Pada proses kehamilan juga terjadi perubahan pada air ludah seperti aliran air ludah, komposisi, keasaman, dan level hormon. Kandungan level hormon estrogen pada air ludah meningkatkan suplai makanan untuk bakteri, sehingga membuat ibu hamil rentan mengalami gigi berlubang.

Ibu hamil maupun ibu yang sedang merencanakan kehamilan harus mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kesehatan gigi. Informasi yang cukup mengenai kesehatan gigi dan mulut, bisa menghindarkan Anda dari gangguan kesehatan yang disebutkan di atas.

Beberapa tindakan seperti menyikat gigi secara teratur, pembersihan karang gigi, root planing (proses pengeluaran sisa kalkulus yang berada di sementum dikeluarkan dari akar), dan pemolesan gigi secara rutin aman untuk dilakukan kapan pun saat hamil. Tindakan-tindakan tersebut dapat secara optimal menghindarkan gangguan gigi dan mulut pada ibu hamil selama masa kehamilan.

[RN/ RVS]