Mengapa Obesitas Bisa Picu Penyakit Jantung?

Oleh Gerardus Septian Kalis pada 10 Jan 2018, 11:13 WIB
Obesitas dianggap dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, yang kemudian dapat memicu penyakit jantung.
Mengapa Obesitas Bisa Picu Penyakit Jantung? (YAKOBCHUK VIACHSLAV/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa obesitas dapat mengakibatkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang memicu penyakit jantung dan strok.

Penelitian itu dilakukan oleh Queen Mary University of London (QMUL) dan telah diterbitkan di jurnal Cell Metabolism.

Menurut Federica Marelli-Berg, seorang profesor cardiovascular immunology di QMUL, penelitian ini mengaitkan antara makanan yang Anda makan dengan berat badan dan peradangan yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

 Penelitian ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa obesitas dapat menaikkan risiko penyakit jantung karena meningkatnya tekanan darah dan kolesterol.  Kali ini, peneliti menemukan adanya hubungan antara obesitas dan risiko penyakit jantung dengan respons sistem kekebalan tubuh yang melibatkan tipe sel darah putih yang disebut sel T. 

Sel T adalah sel darah putih yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Namun di balik itu, sel T juga dapat menyebabkan peradangan yang mempercepat pembentukan plak di dinding arteri.

Peneliti mendapati bahwa dari 1.172 partisipan yang diobservasi, mereka yang gemuk memiliki tingkat sel T yang lebih tinggi. Selain itu, partisipan yang memiliki banyak lemak hampir di seluruh bagian tubuhnya, memiliki tingkat sel T yang lebih tinggi daripada mereka yang penumpukan lemaknya hanya terjadi di area paha dan bokong.

Meski begitu, sejumlah periset mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui berapa lama sel T bertahan di dalam darah, serta apakah diet tertentu dapat menurunkan tingkal sel T yang berbahaya. 

Selain dapat memicu penyakit jantung, obesitas juga dapat menyebabkan strok dan hipertensi. Diketahui lebih dari 350 gen berkontribusi terhadap obesitas. Namun, kecenderungan genetik seseorang untuk mengalami obesitas tidak berarti bahwa obesitas tak dapat dihindari. Karena dibutuhkan pula faktor lainnya, seperti diet, olahraga, penyakit metabolik dan endokrin, serta penggunaan obat-obatan.

[RS/ RVS]