Perceraian Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oleh dr. Nadia Octavia pada 10 Jan 2018, 11:16 WIB
Perceraian dapat berdampak pada kesehatan Anda. Salah satunya penyakit jantung.
Perceraian Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung (Andrey Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gugatan perceraian yang dilayangkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada istrinya, Veronica Tan, masih mengejutkan masyarakat. Banyak pihak bertanya-tanya apa yang menjadi penyebabnya. Apa pun alasan di baliknya, perceraian tak hanya membuat seseorang patah hati tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family menyebutkan bahwa orang yang bercerai lebih rentan terkena penyakit jantung ketimbang mereka yang masih menikah dengan usia yang sama. Studi ini dilakukan kepada pria dan wanita paruh baya yang telah bercerai.

Fakta lainnya, wanita paruh baya yang bercerai memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan pria paruh baya yang bercerai. Kondisi ini diduga disebabkan oleh stres berkepanjangan, stigma buruk, serta tekanan sosial yang dialami wanita pasca bercerai. Selain itu, wanita cenderung mengalami dampak besar pada sisi finansial sehingga membuat mereka lebih stres.

Studi lain yang dilakukan oleh University of Texas juga mendukung hal yang sama. Di usia 60 tahun, 33% wanita yang bercerai diprediksi akan mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan 21,5% wanita yang masih menikah. Sementara itu, 37,5% pria yang bercerai mengalami risiko penyakit jantung ketimbang 31,7% pria yang masih menikah.

Bahkan, angka harapan hidup seseorang yang mengalami penyakit jantung juga dapat bergantung dari status pernikahan seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh Aston Medical School di Inggris selama 13 tahun melaporkan bahwa angka kematian akibat penyakit jantung pada mereka yang telah bercerai 16% lebih tinggi dibandingkan mereka yang masih menikah.

Kondisi ini dapat memburuk terhadap mereka yang telah bercerai. Alasannya, karena saat mengalami penyakit tertentu, mereka tidak memiliki seseorang untuk berbagi atau mendukungnya.

Selain penyakit jantung, pria juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit lainnya setelah bercerai, seperti darah tinggi, depresi, kanker, penyalahgunaan obat, dan bunuh diri. Bahkan menurut The Journal of Men’s Health, risiko dan angka kematian pria setelah bercerai bisa meningkat hingga 250%!

Perceraian dapat menjadi mimpi buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda. Tak hanya penyakit jantung yang dapat mengintai, tetapi juga gangguan kesehatan lain. Karena itu, mereka yang bercerai harus menemukan cara untuk menghilangkan stres yang dialami. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika memang tekanan yang dirasakan sangat kuat, dan tak dapat Anda kendalikan sendiri.  

[RS/ RVS]