5 Mitos Tentang Jerawat yang Tak Perlu Dipercaya

Oleh dr. Ellen Theodora pada 12 Jan 2018, 14:40 WIB
Begitu banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat tentang jerawat, benarkah kenyatannya?
5 Mitos Tentang Jerawat yang Tak Perlu Dipercaya (nataliia budianska/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Munculnya jerawat tidak memandang usia, jenis kelamin maupun latar belakang. Pemicu timbulnya jerawat pun beragam, mulai dari faktor hormonal, stres, makanan, dan masih banyak lagi. Namun, di luar berbagai pemicu timbulnya jerawat tersebut, ternyata banyak mitos tentang jerawat yang beredar di tengah masyarakat.

  • Jatuh cinta sebabkan jerawat.

Pada kenyataannya, hal ini sebenarnya disebabkan oleh hormon. Jadi jangan takut untuk jatuh cinta, karena kaitan antara perasaan berbunga-bunga yang membuncah dengan jerawat hanyalah mitos belaka.

  • Makanan cepat saji,

cokelat, kacang menyebabkan jerawat semakin parah. Hingga kini, belum ada penelitian dapat membuktikan bahwa makanan-makanan tersebut ada hubungannya secara langsung dengan timbulnya jerawat.

  • Penggunaan makeup guna menghindari jerawat.

Tidak ada larangan penggunaan makeup pada wajah berjerawat, tetapi pilih produk yang ringan dan sesuai dengan jenis dan kondisi kulit.  Pastikan untuk tidak lupa membersihkan wajah di penghujung hari. Jika tidak, sisa makeup yang masih menempel di wajah itulah yang dapat menimbulkan jerawat.

  • Memencet jerawat untuk mempercepat proses penyembuhan.

Ini merupakan mitos. Jika Anda memencet atau menekan dengan paksa justru akan memperparah peradangan dan menjadikannya terlihat lebih buruk. Jangan sentuh jerawat dan area sekitarnya. Cara terbaik adalah dengan mencuci wajah minimal dua kali sehari, keringkan dengan menepuk lembut, lalu oleskan krim jerawat yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid.

  • jerawat dapat sembuh dengan sendirinya.

Kenyataannya, bagi sebagian orang, jerawat tidak mudah diobati. Dengan perawatan yang tepat, jerawat dapat dikontrol. Jerawat dapat hilang dengan sendirinya, itu juga betul. Namun, perlu diingat bahwa peradangan yang ditimbulkan oleh jerawat yang tidak diobati dapat meninggalkan bekas permanen.

Apapun mitos atau fakta yang beredar, yang paling baik adalah mengonsultasikan terlebih dahulu jenis dan kondisi kulit Anda pada ahlinya. Jangan sembarangan menggunakan produk dan jangan percaya mitos tidak didukung penjelasan medis. Untuk pencegahan dari dalam, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, serta minum air putih minimal 8 gelas sehari.

[RN/ RVS]