Diabetes Saat Hamil, Apa Dampaknya Bagi Janin?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 12 Jan 2018, 15:16 WIB
Jika tidak ditangani dengan cepat, diabetes gestasional akan membahayakan ibu dan janin.d
Diabetes Saat Hamil, Apa Dampaknya Bagi Janin? (ratmaner/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar tentang diabetes gestasional? Benar. Diabetes gestasional merupakan penyakit diabetes yang terjadi saat kehamilan. Kondisi ini sering menyerang wanita hamil saat memasuki usia kehamilan 24 minggu.

Seorang wanita yang tidak pernah menderita diabetes memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit ini saat hamil. Menurut data dari American Diabetes Association tahun 2000, diabetes gestasional terjadi sebanyak 7 persen setiap tahun. Di Indonesia angka kejadian diabetes gestasional sebesar 1,9-3,6 persen pada kehamilan.

Diabetes gestasional terjadi ketika produksi insulin di dalam tubuh tidak cukup untuk mengontrol kadar glukosa tubuh. Saat hamil, tubuh mengalami perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat sebagai persiapan asupan nutrisi janin dan masa menyusui, sehingga tubuh memerlukan tambahan pasokan insulin.

Insulin adalah hormon tubuh yang berfungsi dalam proses metabolisme gula. Tanpa insulin, gula di dalam darah tidak dapat masuk ke sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Jika tidak ditangani dengan cepat, diabetes gestasional akan membahayakan ibu dan janin.

Berikut ini beberapa komplikasi yang terjadi pada bayi akibat diabetes gestasional yang dialami ibu saat hamil:

  • Makrosomia

Bayi mengalami kelebihan berat badan (makrosomia) akibat kadar gula darah yang berlebihan di dalam tubuh.

  • Risiko cedera saraf di area leher dan bahu

Risiko cedera saraf di area leher dan bahu (branchial plexus injury) dapat terjadi pada bayi makrosomia. Bayi makrosomia yang sudah masuk ke jalan lahir berisiko mengalami distosia bahu. Dengan kata lain, bahu bayi tersangkut di jalan lahir saat kepalanya sudah di luar.

  • Diabetes pada janin

Janin yang dilahirkan dari ibu yang menderita diabetes dapat menderita diabetes juga setelah dilahirkan kelak.

  • Hipoglikemia

Penurunan kadar glukosa pada janin dapat terjadi beberapa jam setelah bayi dilahirkan. Hal ini terkait peningkatan kadar insulin. Jika ibu dapat mengontrol kadar gula darah selama kehamilan, maka kondisi ini dapat membantu mencegah hipoglikemia pada bayi saat dilahirkan. Hipoglikemia yang terjadi harus dipantau dan ditangani dengan cepat untuk menghindari bayi mengalami kejang.

  • Bayi menjadi kuning

Perubahan warna kulit dan mata bayi menjadi kuning dapat terjadi saat lahir. Hal ini terkait gangguan diabetes ibu ketika hamil.

  • Gangguan pernapasan

Gangguan pernapasan bisa terjadi saat bayi lahir prematur, sehingga saluran pernapasannya belum matang dan berkembang dengan sempurna.

Diabetes gestasional dapat terjadi pada setiap wanita selama masa kehamilan. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes gestasional. Salah satu caranya yaitu olahraga minimal 30 menit per hari secara rutin. Olahraga yang dapat dilakukan adalah olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau berenang.

Konsumsi makanan yang bergizi dan kaya akan serat juga dapat mengurangi risiko diabetes gestasional. Selain itu, Anda juga perlu menjaga berat badan selama kehamilan, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh dokter atau bidan.

Tidak semua wanita hamil mengalami risiko diabetes gestasional. Namun bagi penderita diabetes, risiko tersebut menjadi lebih tinggi dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan janin.

[BA/ RVS]