Kiat Cegah Berat Badan Naik Setelah Berhenti Merokok

Oleh Ruri Nurulia pada 12 Jan 2018, 16:37 WIB
Khawatir berat badan naik setelah berhenti merokok? Simak cara mencegah dan mengendalikan berat badan di sini.
Kiat Cegah Berat Badan Naik Setelah Berhenti Merokok (Dean Drobot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ya, memang benar bahwa beberapa orang mengalami kenaikan berat badan setelah berhenti merokok. Namun, kenaikan berat badan tersebut sering kali hanya bersifat sementara.

Menurut Maureen O’Brien, CNS, spesialis pengobatan tembakau dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, Amerika Serikat, 4 dari 5 orang yang berhenti merokok akan mengalami kenaikan berat badan. Seperti dilansir di laman Everyday Health, Maureen berkomentar, berat badan mantan perokok naik sekitar 1-4 kg.

Kabar baiknya, kelebihan berat badan pasca berhenti merokok tersebut akan hilang setelah 6 bulan bebas rokok. Bonusnya, sekitar 20 persen bobot mereka akan menjadi lebih ringan dibanding ketika masih menjadi perokok aktif. Ini merupakan hasil penelitian tahun 2012 yang dipublikasikan di jurnal medis BMJ.

Sayangnya, efek kenaikan berat badan jauh lebih cepat dan lebih jelas terlihat daripada efek jangka panjang dari merokok. Demikian menurut Dr. Richard Wender, MD, dari American Cancer Society.

Mengapa berat badan naik setelah berhenti merokok?

Ada beberapa alasan mengapa berat badan Anda bertambah ketika berhenti merokok. Alasan utamanya, efek nikotin  mempercepat metabolisme tubuh. Ketika tak ada lagi asupan nikotin, metabolisme tubuh kembali normal.

Menurut National Institute of Health, rokok menekan rasa lapar, sehingga Anda merasa lebih lapar ketika berhenti merokok. Rokok juga dapat menjadi fiksasi oral, semacam perasaan terikat dengan sesuatu secara berlebihan pada mulut. Banyak mantan perokok mencoba menggantikan gerakan dari-tangan-ke-mulut dengan aktivitas lain, seperti makan. Alih-alih biasa merokok setelah makan, Anda justru makan lebih banyak. Inilah yang berkontribusi pada naiknya berat badan.

Selain itu, merokok juga dapat menumpulkan indra pengecap. Menurut Bill Blatt, MPH, dari American Lung Association, banyak orang melaporkan, ketika mereka berhenti merokok, makanan terasa lebih enak.

Kendalikan berat badan

Bagi Anda yang ingin berhenti merokok, tak perlu khawatir. Kenaikan berat badan adalah hal yang biasa terjadi. Ada lebih banyak manfaat yang Anda dapatkan ketika Anda berhenti merokok.

Berikut ini adalah beberapa kiat dalam mengendalikan berat badan setelah berhenti merokok:

  • Buat rencana lebih awal

Beberapa saat sebelum tanggal Anda berhenti merokok, buat rencana yang terkait dengan kekhawatiran Anda tentang kemungkinan naiknya berat badan, seperti program asupan nutrisi, latihan fisik, atau penurunan berat badan.

  • Gunakan terapi pengganti nikotin (NRT)

Manfaatkan beragam varian produk seperti, permen karet, permen pelega tenggorokan (lozenges), inhaler, dan patch. Menurut Maureen, beragam pilihan tersebut memang tidak membuat Anda berhenti “merokok”, tetapi setidaknya membuat Anda merasa lebih baik. Hasinya, Anda akan lebih mudah untuk mengubah perilaku, termasuk kebiasaan merokok, diet, dan olahraga.

  • Kendalikan rasa lapar

Ketika Anda merasa lebih lapar karena nikotin tak lagi menekan nafsu makan Anda, konsumsilah camilan sehat, seperti sayur dan buah. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini camilan membantu menggantikan aktivitas di mulut yang biasanya diisi dengan merokok, menjadi aktivitas yang menyehatkan.

  • Minum air putih lebih banyak

Menurut dr. Dyah, minum air putih cukup, minimal 8 gelas sehari dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hasilnya, organ pencernaan dapat menyerap makanan lebih cepat dan lebih baik, sehingga Anda tidak mudah gemuk.

  • Bersiap hadapi fiksasi oral lainnya

Selain camilan sehat, siapkan juga permen atau permen karet bebas gula, untuk menyibukkan mulut, saat rasa ingin makan datang. Coba juga alternatif non makanan seperti tusuk gigi atau melakukan hobi yang membuat tangan Anda sibuk, misalnya proyek kreatif DIY (do it yourself) menjahit, atau merajut.

  • Terus bergerak

Rutin berolahraga seperti sarah dr. Dyah juga bisa membantu mengalihkan pikiran dari keinginan merokok. Berolahraga juga dapat merilis endorfin yang semakin menjauhkan Anda dari keinginan merokok.

  • Hindari alkohol

Alkohol dapat memicu rasa ingin merokok, serta dapat menyebabkan naiknya berat badan karena mengandung kalori tanpa nilai gizi sama sekali. Efek alkohol juga dapat menurunkan kontrol diri Anda sehingga bisa berujung pada makan berlebih, bahkan dapat membuat Anda kembali merokok, khususnya saat berada di tengah interaksi sosial.

Berhenti merokok memang butuh usaha, tapi jangan jadikan alasan apapun – termasuk naiknya berat badan -  sebagai penghalang. Setelah Anda berhasil menghentikan kebiasaan merokok, ikuti dengan pola hidup yang lebih sehat dan rutin berolahraga. Niscaya, kesehatan Anda pun akan lebih terjaga.

[RVS]