Cara Memperbaiki Mental Anak Setelah Perceraian Orang Tua

Oleh dr. Nadia Octavia pada 12 Jan 2018, 16:40 WIB
Dalam perceraian orang tua, anak sering menjadi korban. Berikut ini langkah membantu anak melewati masa sulit tersebut.
Cara Memperbaiki Mental Anak Setelah Perceraian Orang Tua (Lapina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketidakcocokan di antara pasangan suami istri kadang menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian. Ketika rumah tangga harus berakhir, anak sering menjadi korban. Ada banyak perubahan yang mungkin terjadi pada anak setelah itu. Anak bisa jadi mengalami perubahan mental.

Sebelum kondisi tersebut semakin memburuk, orang tua perlu melakukan beberapa langkah berikut ini untuk memperbaiki mental anak:

  • Berikan anak kepastian

Memberitahu anak bahwa Anda dan pasangan akan bercerai tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski anak akan terpukul, Anda tetap perlu menyampaikan informasi tersebut.

Anda juga perlu menceritakan secara terbuka tentang perubahan di dalam hidup anak, seperti Anda dan pasangan tidak tinggal serumah, anak akan jarang bertemu dengan salah satu pihak, dan sebagainya.

  • Kasih sayang dan perhatian

Salah satu hal yang sering terabaikan oleh orang tua adalah memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup untuk anak. Jadi beritahu anak bahwa apapun yang terjadi, Anda dan pasangan tetap akan mencintai dan menyayanginya sebagai orang tua.

Anda juga dapat mengatakan kepadanya bahwa perceraian ini tidak hubungannya dengan dia. Meski tengah dirundung stres setelah bercerai, Anda tetap perlu memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak seperti sediakala.

  • Tanya pendapat anak

Jika anak sudah cukup paham, Anda dapat menanyakan pendapatnya mengenai perpisahan Anda dan pasangan. Tanyakan apa yang ia rasakan saat ini. Meski anak tidak terlihat sedih, hatinya mungkin saja hancur.

Pahami apa yang anak rasakan dan jadilah orang terdekatnya saat anak ingin mencurahkan isi hatinya. Terkadang anak hanya butuh didengarkan.

  • Berikan kegiatan atau momen positif

Anda mungkin ingin terus-menerus menangis ketika mengingat perceraian yang baru terjadi. Namun ingat, ketidakstabilan emosi pada diri Anda dapat berdampak pada anak.

Meski mengalami stres yang teramat dalam, Anda tidak perlu “menyeret” anak ke emosi negatif. Anda dapat memberikan aktivitas positif, seperti mengajak dia melakukan hobinya, atau sekadar berkumpul dengan keluarga besar yang bisa mendukung anak.

Perceraian pada orang tua tentu akan menorehkan duka mendalam pada anak. Membesarkan anak setelah bercerai, terlebih tanpa bantuan pasangan, tentu bukan hal mudah. Namun apapun penyebab perceraian Anda dan pasangan, tetaplah memberikan perhatian penuh kepada anak agar kondisi mentalnya tidak terpengaruh.

[BA/ RVS]