Mana Lebih Bahaya, Asap Kendaraan atau Asap Rokok?

Oleh Nur Budhi pada 12 Jan 2018, 17:51 WIB
Asap kendaraan dan asap rokok sama-sama berbahaya bagi kesehatan. Namun mana yang lebih berbahaya di antara keduanya?
Mana Lebih Bahaya, Asap Kendaraan atau Asap Rokok? (Marcosphoto/shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Polusi yang terjadi di kota-kota besar tak hanya berasal dari asap kendaraan, tapi juga dari asap rokok. Keduanya memang sangat sulit untuk dipisahkan, karena sudah seperti bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dilema asap kendaraan dan asap rokok menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat. Salah satunya terkait tingkat bahaya kedua asap tersebut.

Berikut ini adalah dampak masing-masing polutan tersebut terhadap kesehatan:

Asap kendaraan

Asap kendaraan merupakan hasil sisa dari pembakaran mesin kendaraan yang tidak sempurna. Bila masuk ke dalam saluran pernapasan, asap kendaraan bisa menimbulkan beberapa dampak buruk, seperti:

  1. Kanker paru
  2. Asma
  3. Penyakit jantung
  4. Stroke
  5. Diabetes
  6. Kanker paru

Risiko terjadinya kondisi di atas berbeda-beda pada tiap orang. Hal ini tergantung dari intensitas dan lamanya paparan, serta daya tahan tubuh yang dimiliki.

Asap rokok

Asap rokok mengandung senyawa karsinogen, yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Saat dihembuskan ke udara, asap rokok tidak serta-merta langsung menghilang, namun dapat bertahan hingga 2,5 jam.

Seseorang yang sering terpapar asap rokok berisiko tinggi untuk mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  1. Kanker paru
  2. Gangguan kehamilan
  3. Penyakit jantung
  4. Stroke
  5. Impotensi
  6. Kematian yang lebih cepat

Mana lebih bahaya?

Tobacco Control Unit of Italy's National Cancer Institute di Italia melakukan studi tentang dampak buruk asap kendaraan dan asap rokok. Hasilnya menyebutkan bahwa asap rokok diketahui memiliki dampak yang lebih berbahaya dibandingkan dengan asap kendaraan. Ini karena tiga batang rokok yang dibakar menghasilkan partikel berbahaya 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan yang sedang ‘dipanaskan’.

“Saya terkejut dengan hasil tersebut. Kami tidak menyangka akan menemukan perbedaan besar dalam partikel yang dihasilkan,” ungkap pemimpin penelitian, Dr. Giovanni Invernizzi.

Meskipun menurut penelitian di atas, asap rokok lebih berbahaya daripada asap kendaraan, Anda harus tetap mewaspadai dampak keduanya bagi kesehatan.  Untuk mengurangi risiko terhadap paparan polutan, lindungi diri dengan menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Salam sehat!

[RVS]