5 Mitos dan Fakta Seputar Mata

Oleh dr. Melyarna Putri pada 24 Mei 2015, 15:44 WIB
Sering kali kita mendengar mitos-mitos seputar mata. Dari banyaknya ‘kepercayaan’ tersebut, manakah yang benar dan manakah yang salah?
5 Mitos dan Fakta Seputar Mata

KlikDokter.com – Banyak sekali mitos seputar mata yang tak jarang menjerumuskan. Hal itu disampaikan dari generasi ke generasi hingga dianggap sebagai sebuah ‘fakta’. Berikut adalah lima mitos dan fakta seputar mata yang penting untuk diketahui:

Mitos 1: Makan wortel akan meningkatkan daya tajam penglihatan

Benar. Vitamin A yang terdapat dalam wortel merupakan bahan yang penting bagi fungsi penglihatan. Penelitian Miyazono dkk. menyebutkan vitamin A mengaktifkan pigmen penglihatan yang peka akan cahaya terang. Makan wortel akan menyediakan sebagian kecil vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Namun ternyata sumber vitamin A tidak hanya ditemukan pada wortel, namun juga bayam, tomat, apel, susu, keju, kuning telur, , dan hati.

Mitos 2: Duduk terlalu dekat dengan TV akan merusak mata 

Salah. Duduk terlalu dekat dengan TV dapat menyebabkan sakit kepala dan ketegangan pada mata, namun tidak merusak penglihatan. Jika seseorang duduk terlalu dekat dengan TV karena tidak terlalu jelas dalam melihat tayangan, ada kemungkinan sebenarnya mereka membutuhkan kacamata.

Jarak menonton televisi yang ideal:  lima kali diagonal layar televisi. Misal, diagonal televisi 21 inci jaraknya 5 x 21 inci yaitu 105 inci atau 25,6 meter. Jadi, semakin besar ukuran diagonal layar televisi, maka jarak pandang terdekatnya bertambah jauh. Jarak pandang ini membuat mata menjadi relaks, lensa mata tidak perlu bekerja keras menangkap gambar. Bila lensa mata terus menerus bekerja  keras,   lensa mata menjadi cembung sehingga dikemudian hari butuh kacamata.

Berikut beberapa mitos dan fakta mata lainnya yang perlu Anda ketahui di halaman selanjutnya.

1 of 2

5 Mitos dan Fakta Seputar Mata

Matafres-banner-690x150px

Mitos 3 : Membaca dalam gelap akan menurunkan daya tajam penglihatan

Salah. Sama seperti menonton TV dalam jarak dekat, membaca dalam gelap dapat menyebabkan ketegangan pada mata, sehingga mata menjadi cepat lelah. Namun tidak akan menimbukan kerusakan. Fakta lainnya, membaca dalam posisi berbaring juga tidak akan memicu timbulnya rabun jauh. 

Mitos 4 : Melihat matahari secara langsung dalam jangka panjang akan merusak mata

Benar. Melihat cahaya matahari secara langsung tidak saja akan membuat Anda merasa pusing setelahnya, namun dapat merusak mata secara permanen. Mengapa bisa demikian? Melihat cahaya matahari secara langsung akan membuat mata terpapar dengan sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kelainan mata seperti degenerasi makula, retinitis solar, dan distrofi kornea. 

Mitos 5 : Menggunakan kacamata atau lensa kontak akan menurunkan tajam penglihatan dan membuat ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak

Salah. Tajamnya penglihatan mata tidak akan menurun selama menggunakan lensa koreksi dengan kacamata maupun lensa kontak. Mungkin saja mata Anda akan bertambah minusnya atau plusnya, namun bukan disebabkan oleh penggunaan kacamata atau lensa kontak itu sendiri. Jadi, apa yang dapat menyebabkan hal ini? Dua hal yang bisa terjadi adalah perkembangan penyakit atau kelainan itu sendiri ditambah faktor gaya hidup dan pertambahan usia.

 

Lanjutkan Membaca ↓