Cara Menekan Angka Penderita Kanker Terbaik: Terapi Penanganan Kanker Menyeluruh

Oleh Klikdokter pada 26 Mei 2015, 17:58 WIB
Menangani kanker dengan penatalaksanaan yang menyeluruh merupakan salah satu cara terbaik untuk menekan pertumbuhan angka penderita kanker di Indonesia. Simak paparannya berikut ini.
Cara Menekan Angka Penderita Kanker Terbaik: Terapi Penanganan Kanker Menyeluruh

KlikDokter.com – Holistic Care in Cancer Management atau penatalaksanaan terapi kanker yang menyeluruh adalah tindakan penanganan kanker yang meliputi beberapa aspek yang ikut dicermati oleh dokter dan pasien, diantaranya seperti:

  • Upaya-upaya pencegahan,
  • Pengubahan gaya hidup, berhenti merokok, olahraga, dan lainnya
  • Penyesuaian pola makan
  • Deteksi dini kanker,
  • Melakukan rutin pemeriksaan guna mendeteksi dini potensi kanker, contohnya seperti: papsmear, SaDaRi (periksa payudara sendiri), 
  • Pemeriksaan atau diagnosa kanker,
  • Melakukan pemeriksaan penunjang, seperti cek darah, CT Scan, MRI, XRay dan lainnya.
  • Melakukan langkah penanganan kuratif,
  • Menjalani langkah penanganan kanker, seperti contohnya operasi, radiotherapy, chemotherapy dan lainnya.
  • Melaksanakan pelayanan paliatif,
  • Langkah sinergi dengan dokter untuk perawatan dari penanganan kanker yang muncul sesuai gejala, langkah ini diantaranya bertujuan pengurangan nyeri, mengurangi mual dan lain sebagainya.
  • Dukungan keluarga pasien dan survivor kanker.
  • Dukungan moral akan menguatkan mental pasien untuk orientasi menuju kesembuhan.  
  • Termasuk pengamatan perkembangan dan penelitian,
  • Langkah ini sinergi dilakukan pasien dan dokter mencermati perkembangan yang terdapat pada pasien. Sementara itu, dokter selaku tenaga kesehatan juga mendalami pengetahuan seputar kanker dengan berpartisipasi dalam penelitian serta seminar.

Karena kanker sendiri di Indonesia sudah menjadi momok isu kesehatan yang semakin latensi. Tak pelak hal ini difaktori oleh budaya gaya hidup tidak sehat yang menyepelekan aspek kesehatan.

Dari data yang dikutip dari Laporan Global Burden Cancer (Globocan, 2012) memperkirakan insiden kanker yang terjadi di Indonesia sebesar 134 per 100.000 penduduk. Estimasi ini tidak jauh berbeda dengan  hasil  Riskesdas 2013 yang mendapatkan prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk.  

Kasus Kanker Terbanyak di Indonesia

1

Kanker payudara

2

Kanker paru-paru

3

Kanker usus besar

4

kanker serviks

5

kanker hati

Data: Globocan, 2012

Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPd, KHOM menyampaikan betapa banyaknya pasien yang datang memeriksakan ke dokter sudah memiliki penyakit kanker dalam tahapan stadium menengah ke atas (parah).

“Penyakit kanker erat hubungannya dengan gaya hidup, meski semakin lanjut usia semakin besar pula potensinya terkena kanker,” tutur beliau dalam kesempatan acara Kalbe Oncology Forum 2015 di Jakarta, Sabtu 23 Mei kemarin.

“Melalui penatalaksanaan terapi kanker secara menyeluruh, kita dapat mencegah meningkatnya kanker di Indonesia termasuk di Asean,” lanjut Aru. “Kalbe Oncology Forum ini menjadi sarana edukasi yang baik kepada para dokter yang menangani terapi kanker.” 

PT. Kalbe Farma Tbk. telah menyelenggarakan Kalbe Oncology Forum untuk yang kedua kalinya.  Forum yang diikuti oleh 300 dokter dari dalam negeri dan luar negeri khususnya berasal dari negara-negara di Asia Tenggara  menghadirkan para pembicara yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penatalaksanaan terapi kanker.

Pembicara Kalbe Oncology Forum 2015

1

Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM (K).

2

Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K)  dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta,

3

DR. dr. Samuel Haryono, SpB (K) Onk,

4

Dr.dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD.KHOM dari RS Kanker Dharmais Jakarta,

5

Ahmad R. Utomo, PhD dari Stem Cell and Cancer Institute,

6

dr. Heri Fadjari, SpPD-KHOM dari RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung,

7

dr. Johan Kurnianda, Sp PD-KHOM dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

8

Kim Sung Bae, MD, PhD dari Asan Medical Center, Seoul South Korea

9

Dato Mohamed Ibrahim A. Wahid, MD dari Beacon Hospital Malaysia.

"Melalui Kalbe Oncology Forum, Kalbe ingin menunjukkan komitmen dalam mendukung penatalaksanaan terapi kanker yang lebih menyeluruh sehingga pasien bisa mendapat terapi yang lebih baik," ujar Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. "Harapan kami, melalui Kalbe Oncology Forum ini pengetahuan dokter tentang penatalaksanaan terapi kanker semakin baik dan saling berbagi informasi terbaru mengenai tatalaksana terapi kanker."

Kalbe dalam menyelenggarakan Kalbe Oncology Forum 2015, bekerjasama dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan melibatkan beberapa himpunan spesialis kedokteran lainnya, dianataranya:

  • Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia/HOGI,
  • Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia/PERHOMPEDIN
  • Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia/PERABOI. 

Dengan 3 topik utama diantaranya topik Update in Breast Cancer Management, kemudian topik Update in Gastrointestinal & Ovarian Cancer Management dan topik Supportive Therapy in Cancer Management.   

Tahun 2014 lalu Kalbe baru saja meresmikan operasi pabrik obat kanker pertama guna menjawab kebutuhan obat onkologi dalam negeri, khususnya mendukung program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  

Dengan langkah kerjasama transfer technology bersama Samyang Pharmaceutical South Korea, produk yang dihasilkan oleh pabrik Kalbe diantaranya:

  • Paxus,
  • Paclitaxel,
  • Carcan,
  • Carboplatin,
  • Ciscan,
  • Cisplatin,
  • Doxorubicin.

Beberapa telah dipasarkan dipasarkan di Indonesia dan saat ini dalam proses registrasi untuk dipasarkan juga di negara-negara lainnya di Asia Tenggara (HNO).