5 Ragam Penyakit Mata

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 22 Jun 2015, 11:42 WIB
Mata merupakan organ yang cukup rentan terkontaminasi penyakit atau mengalami gangguan yang disebabkan oleh banyak faktor. Apa saja penyakit-penyakit peradangan yang biasa terjadi pada mata?
5 Ragam Penyakit Mata

KlikDokter.com - Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang penting bagi kehidupan manusia. Dengan indra penglihatan, Anda bisa melakukan semua aktivitas yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, mata juga merupakan organ yang cukup rentan terkontaminasi penyakit atau mengalami gangguan yang disebabkan oleh banyak faktor. Sebut saja polusi udara yang semakin meningkat, debu, asap kendaraan, asap rokok, kebiasaan buruk, infeksi jamur, virus, dan bakteri.

Berikut adalah penyakit-penyakit peradangan yang biasa terjadi pada mata:

1. Konjungtivitis

Penyakit mata jenis ini memang menular namun tidak berbahaya. Penyakit ini terjadi karena adanya iritasi akibat infeksi pada bagian selaput konjungtiva yang melapisi mata. Gejalanya ditandai dengan mata memerah, terasa perih, berair, gatal, panas, keluar banyak kotoran, dan penglihatan agak sedikit kabur. Penyebab dari penyakit mata konjungtivitis ini adalah karena iritasi, infeksi, virus, dan alergi.

Pengobatan untuk konjungtivitis tergantung dari penyebabnya:

  • Konjungtivitis Bakteri

Biasanya diobati dengan tetes atau salep mata antibiotik spektrum luas, misalnya kloramfenikol atau asam fusidic. Mata juga harus dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan air masak yang didinginkan untuk menghilangkan kerak yang lengket.

  • Konjungtivitis Virus

Tidak ada pengobatan efektif untuk konjungtivitis virus. Akan tetapi, kompres dingin pada mata dan tablet seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi gejala. Pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan, misalnya mencuci tangan dan wajah dan tidak menggunakan handuk secara bersama-sama. Kondisi ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama, dan dalam beberapa kasus tetes kortikosteroid dapat membantu, namun harus diberikan dalam pengawasan ketat seorang dokter spesialis mata.

  • Konjungtivitis Klamidia

Terapinya adalah dengan salep chlorotetracycline yang dioleskan pada kedua belah mata dan tablet tetrasiklin untuk mengendalikan infeksi di lokasi tubuh lain. Anak-anak tidak boleh diobati dengan tetrasiklin, namun eritromisin dapat digunakan untuk mereka.

  • Konjungtivitis Alergi

Dapat diobati dengan menggunakan obat tetes antihistamin topikal. Tetes kortikosteroid terkadang juga diperlukan, namun hanya boleh diberikan di bawah pengawasan dokter spesialis mata.

  • Konjungtivitis pada Bayi

Harus diperlakukan dengan sangat hati-hati dan serius. Pengobatannya akan tergantung dari penyebab yang mendasarinya, yaitu berdasarkan hasil tes dari laboratorium.

Selain itu masih terdapat gangguan mata lainnya yang Anda wajib tahu, halaman berikut penjelasan selengkapnya.

1 of 5

5 Ragam Penyakit Mata

Matafres-banner-690x150px

2. Kerato-Konjungtivitis Vernalis

5 Ragam Penyakit Mata

Kerato-Konjungtivitis Vernalis merupakan jenis penyakit mata yang disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejala yang timbul sama dengan konjungtivitis, biasanya penderita penyakit mata jenis ini akan mengalami kerusakan kecil pada bagian kornea yang menyebabkan nyeri.

Tata laksana konjungtivitis vernalis berdasarkan beratnya gejala dan tanda penyakit, yaitu:
1. Terapi utama: berupa penghindaran terhadap semua kemungkinan alergen penyebab.

2. Terapi topical: berupa antihistamin, vasokonstriktor, atau sodium kromolyn.

3. Terapi sistemik: pemberian aspirin dan indometasin yang bekerja sebagai penghambat enzim siklooksigenase dilaporkan dapat mengurangi gejala.

4. Terapi suportif: kompres dingin pada mata dan menggunakan kacamata hitam, klimatoterapi seperti pendingin udara di rumah atau pindah ke tempat berhawa dingin, dll.

Selain itu masih terdapat gangguan mata lainnya yang Anda wajib tahu, halaman berikut penjelasan selengkapnya.

2 of 5

5 Ragam Penyakit Mata

Matafres-banner-690x150px

3. Endoftalmitis

5 Ragam Penyakit Mata

Endoftalmitis terjadi akibat infeksi pada lapisan mata bagian dalam dan membuat bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri bahkan sampai mengganggu penglihatan. Penyakit ini bisa disebabkan karena mata tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda yang menyebabkan mata terluka (dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan kelilipan). Bila didiamkan terus-menerus dapat terjadi infeksi yang cukup berat karena bisa menyebabkan kebutaan.

Jika pernah mengalami operasi katarak, pencegahan risiko terjadinya infeksi endoftalmitis adalah dengan cara mengikuti instruksi dokter tentang perawatan mata setelah operasi, serta melakukan kontrol secara teratur ke dokter mata. Untuk mencegah endoftalmitis yang disebabkan karena trauma mata, gunakan pelindung mata di tempat kerja dan saat berolahraga berat.

Selain itu masih terdapat gangguan mata lainnya yang Anda wajib tahu, halaman berikut penjelasan selengkapnya.

3 of 5

5 Ragam Penyakit Mata

Matafres-banner-690x150px

4.  Trakoma

Trakoma adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan mudah menular. Bakteri tersebut mudah berkembang biak pada lingkungan yang kotor. Trakoma lebih sering menyerang anak-anak, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Trakoma dapat dipicu oleh penggunaan sapu tangan atau handuk yang sudah tercemar virus atau bakteri Chlamydia.

5 Ragam Penyakit Mata

Trakoma dapat diobati dengan penggunaan antibiotik. Pencegahannya bisa dilakukan dengan penyediaan sarana sanitasi yang layak, termasuk air bersih untuk minum dan mencuci – cara ini lebih efektif untuk mengeliminasi penyakit.

Selain itu masih terdapat gangguan mata lainnya yang Anda wajib tahu, halaman berikut penjelasan selengkapnya.

4 of 5

5 Ragam Penyakit Mata

Matafres-banner-690x150px

5. Blefaritis

Blefaritis merupakan suatu peradangan pada kelopak mata karena produksi kelenjar minyak yang semakin meningkat. Namun tidak diketahui secara detail penyebab meningkatnya kelenjar minyak yang bersamaan dengan bakteri. Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka pada bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan pada beberapa bisa terjadi kerontokan bulu mata. Selain itu, pasien blefaritis umumnya juga menderita mata kering.

Untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi, pengobatan blefaritis bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan mata, seperti secara teratur membersihkan mata. Bila tidak segera membaik, segera hubungi dokter mata dan selanjutnya akan diberikan salep antibiotik. Untuk blefaritis yang berat, obat tetes mata yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid dapat diberikan.

Saat membersihkan kelopak mata, dapat digunakan kompres air hangat. Kompres air hangat bisa membantu melunakkan kotoran mata sebelum dibersihkan dengan air. Selain itu, kompres air hangat juga mampu mengurangi sumbatan minyak berlebih di kelenjar meibom. Cuci tangan, rendam kain bersih dalam air hangat dan letakkan di atas mata yang tertutup. Pada awal pengobatan, dapat dilakukan empat kali sehari, selama lima menit setiap kalinya. Selanjutnya, dapat dilakukan pengompresan sekali sehari, cukup beberapa menit.

Lanjutkan Membaca ↓