Kebiasan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung dan Tenggorokan

Oleh dr. Yadita Wira Pasra Sp. THTKL pada 19 Agu 2015, 05:53 WIB
Jangan mengupil! Karena ternyata mengupil bisa berbahaya untuk kesehatan hidung Anda. Berikut penjelasan dr. Yadita Wira Pasra, Sp.THT-KL di sini selengkapnya.
Kebiasan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung dan Tenggorokan

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com – Sudah saatnya Anda wajib mengetahui, bahwa ada beberapa kebiasaan yang lumrah kita lakukan, ternyata memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh, pada khususnya area tenggorokan, hidung dan telinga.

Berikut beberapa kebiasaan buruk yang dimaksud, antara lain:

  1. Mengupil

Kebiasaan mengupil merupakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Pendapat yang dipercaya adalah dengan mengupil hidung menjadi bersih. Sebenarnya upil adalah hasil buangan dari fungsi penyaringan udara oleh mukosa hidung, atau lendir yang berlebihan kemudian mengering.

Alaminya, tubuh memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kotoran, seperti keringat dan daki dari kulit, BAB dari sistem pencernaan, demikian pulalah yang terjadi pada kotoran telinga dan lendir yang dihasilkan oleh hidung.

Faktanya, mengupil boleh saja dilakukan sesekali, disaat ada kotoran yang tersaring di bulu hidung. Tetapi mengupil harus juga dilakukan dengan hati-hati, setelah cuci tangan. Pada anak kadang mereka tidak memperhatikan higienitas, dan tangan serta kuku mereka yang kotor mengupil dapat menyebabkan trauma pada hidung. Selain dapat menyebabkan mimisan, bisul pada hidung hingga infeksi berat yang menimbulkan kematian, mengupil juga dapat mencetuskan terjadinya tumor jinak pada hidung yang biasanya menyebabkan harus dilakukan operasi.  

Berikut 3 kebiasaan lainnya yang ternyata berisiko kepada kesehatan hidung, selengkapnya pada halaman selanjutnya.

1 of 2

Kebiasan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung dan Tenggorokan

Afrin Semprot Hidung

  1. Memasukkan benda asing

Kebiasaan lain pada anak yang harus diawasi adalah memegang benda asing kecil dan memasukannya ke dalam hidung. Benda asing yang sering ditemukan pada anak adalah kacang, busa sofa, peluru pistol-pistolan, baterai. Memang ini adalah sebuah kecelakaan karena dimasukkan secara tidak sengaja, namun karena banyaknya kasus yang teradi, orangtua sebaiknya waspada untuk tidak membiarkan anak  yang belum cukup umur bermain dengan benda-benda yang kecil, atau meninggalkan anak tanpa pengawasan. Pada prinsipnya benda asing harus dikeluarkan oleh seseorang yang memiliki kemampuan khusus, karena itu bila anak Anda kemasukan benda asing di hidungnya sebaiknya orangtua tidak melakukan manuver seperti mencongkel, menghisap, menusuk dll yang justru mungkin menyebabkan benda terdorong ke dalam.

Selain kebiasaan yang dilakukan anak, orangtua pun adang memberikan kontribusinya untuk gangguan kesehatan anak.

  1. Merokok di dekat anak

Asap rokok  merupakan iritan dan racun, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Anak-anak yang sering menghirup asap rokok, terbukti sering mengalami penyakit pada telinga, hidung dan tenggorok. Hal ini disebabkan karena partikel dalam asap rokok serta zat-zat yang terkandung di dalamnya menyebabkan gangguan fungsi rambut halus di mukosa hidung dan gangguan produksi lendir.

Sehingga pada anak-anak sering timbul pilek, nyeri telinga, radang tenggorok, demam, rewel dsb. Tanpa kita sadari bahwa selama ini anak sering terpapar pada orang dewasa yang merokok (orangtua, keluarga, tetangga, di tempat umum), kerusakan akibat paparan kronik akan menyebabkan gangguan permanen pada fungsi hidung.

  1. Meneteskan cairan minyak atau ramuan tradisional

Ternyata masih banyak orangtua menganggap minyak kayu putih, minyak tawon yang diteteskan langsung ke dalam rongga hidung akan menyembuhkan penyakit anak. Justru hal ini malah merusak fungsi dari silia dan mukosa hidung. Peruntukan soluen maupun kandungan zat aktif yang tidak sesuai, sebaiknya tidak digunakan. Walaupun pengobatan topikal dianjurkan, namun jenisnya bukanlah sembarangan. Gunakan nasal saline atau dekongestan dan anti inflamasi yang memang diperuntukan lokal hidung. 

Lanjutkan Membaca ↓