Kanker, Pembunuh No.5 Tertinggi di Indonesia

Oleh Klikdokter pada 05 Sep 2015, 19:01 WIB
Diikuti setelah penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru dan pneumonia, kanker paru-paru menempati urutan kelima pembunuh tertinggi di Indonesia.
Kanker, Pembunuh No.5 Tertinggi di Indonesia

KlikDokter.com – Demikian dari data yang dilansir World Life Expectancy, September 2015. Kanker menempati urutan kelima tertinggi sebagai penyakit yang membunuh jiwa rakyat Indonesia sedikitnya 1,591,557 jiwa.

Angka tersebut menerbitkan keprihatinan PT. Kalbe Farma dan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), hingga diwujudkan dengan menyelenggarakan program edukasi seminar ilmiah berseri dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS), yang berpuncak pada Sabtu (5/3) di Hotel Grand Hyatt Jakarta.

“Sesuai dengan misi kami, Meningkatkan Kesehatan Bagi Kehidupan yang Lebih Baik, kami percaya bahwa inovasi, pengembangan riset dan teknologi merupakan hal yang penting. Untuk itu sebagai wujud kepedulian, Kalbe selalu berusaha untuk berbagai informasi dan berdiskusi dengan akademisi, praktisi dan peneliti mengenai perkembangan riset dan teknologi terkini di bidang kedokteran dan kesehatan,” ujar Irawati Setiady, Presiden Direktur PT. Kalbe Farma, Tbk. “Tujuannya, supaya kita semakin mampu memahami dan menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia kesehatan,” lanjutnya.

Program edukasi yang telah terselenggaradi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Airlangga dan Universitas Atmajaya Jakarta dan Universitas Indonesia dengan total peserta lebih dari 1.200 orang ini diharapkan dapat membekali pengetahuan praktisi kesehatan mengenai kanker di Indonesia, demikiannya dapat menurunkan angka kematian akibat kanker di waktu kemudian.

“Saat ini kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbesar di dunia dan di Indonesia. Dunia kedokteran pun berusaha melakukan terobosan-terobosan untuk menemukan bagaimana penatalaksanaan kanker yang tepat, misalnya melalui deteksi dini, diagnosa yang akurant dan terapi yang tepat,” tutur dr. Sandy Qlintang, Direktur Stem Cell and Cancer Institute. “Tema Cancer Immunology and Immunotherapy – Delivering the Promise dipilih karena dalam perkembangannya beberapa tahun terakhir imunoterapi terbukti memberikan hasil yang signifikan dalam pengobatan kanker termasuk kepada pasien kanker stadium lanjut,” jelasnya kemudian.