Obat Semprot Hidung untuk Mampet Saat Pilek

Oleh dr. Yadita Wira Pasra Sp. THTKL pada 29 Sep 2015, 12:46 WIB
Pilek kerap diikuti dengan gejala hidung meler dan tersumbat. Solusinya ? Amankah menggunakan obat semprot hidung ? Berikut penjelasan selengkapya bersama dr. Yadita Wira Pasra, Sp.THT-KL di sini.
Obat Semprot Hidung untuk Mampet Saat Pilek

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com - Flu dapat terjadi pada semua orang, anak dan dewasa. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa hidung tersumbat, ingus cair atau kental, dengan atau tanpa bersin dan lendir mengalir ke belakang tenggorok. Tak jarang keluhan tersebut disertai demam, batuk dan sakit kepala. 

Pengobatan seperti penggunaan antibiotik, anti radang, nyeri dan demam serta pelega hidung dalam bentuk minum pasti sudah familiar dengan Anda, namun dengan berbagai pertimbangan, tentu saja penggunaan obat yang langsung diteteskan di hidung memiliki beberapa kelebihan. 

Jenis obat semprot hidung yang dapat digunakan saat flu, beberapa di antaranya dijual bebas di pasaran:

1.    Air garam pencuci hidung

Air garam pencuci hidung merupakan larutan yang mengandung elektrolit (kadar utama natrium dan klorida) dengan konsentrasi tertentu. Beberapa jenis sediaan air garam berbagai konsentrasi tersedia, dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.

Terkadang ingus yang mengental akibat peradangan pada awalnya menjadi sarana yang baik untuk bakteri tumbuh dan berkembang biak, sehingga ingus yang tadinya cair perlahan berubah menjadi kental berwarna kuning kehijauan dan terkadang berbau busuk. Lendir yang sulit dikeluarkan juga dapat menyangkut di belakan tenggorok sehingga menimbulkan gatal dan batuk serta sesak napas. Tujuan utama dari penggunaan air garam pencuci hidung ini adalah untuk membersihkan lendir kental yang menumpuk di hidung serta melembabkan mukosa hidung.

Cara penggunaan air garam ini beragam, mulai dari ditetes hingga disemprotkan. Pada anak-anak dan penderita alergi, air garam ini juga aman dan dapat digunakan untuk jangka panjang. Pemberian air garam konsentrasi normal dalam jangka panjang tidak menimbulkan efek samping yang serius, kembali kepada prinsip penggunaan cairan ini adalah untuk membersihkan hidung dan melembabkan. (EPOS Guidelines)

Berikut jenis bahan aktif yang terdapat pada  obat semprot hidung lainnya, penjelasan selengkapnya di halaman berikutnya:

1 of 2

Obat Semprot Hidung untuk Mampet Saat Pilek

2.    Dekongestan

Dekongestan atau lebih dikenal dengan pelega hidung tersumbat, merupakan sebuah zat yang bekerja mengecilkan pembuluh darah sehingga pembengkakan mengecil dan produksi ingus berkurang. Dekongestan topikal yang tersedia merupakan derivat imidazolin. Obat ini dapat digunakan secara ditetes atau disemprot ke dalam hidung sesuai kebutuhan. Penggunaan obat ini harus diperhatikan secara seksama :

  • Obat diberikan dalam jangka pendek (maksimal 5 hari) karena penggunaan obat secara berlebihan akan menyebabkan rebound pnenomenon
  • Penggunaan obat pada anak dan bayi dengan dosis dan frekuensi yang berbeda, sehingga walaupun obat terkadang dapat dibeli tanpa resep, perhatikan petunjuk pemakaian
  • Karena dekongestan bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah, penggunaan pada penderita darah tinggi dan kelainan pembuluh darah lain sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda
  • Apabila dengan penggunaan pelega hidung tidak membaik, bukan berarti anda menambah dosisnya melebihi pemakaian, karena mungkin saja penyebab hidung tersumbat Anda tidak dapat diatasi dengan pelega hidung (kelainan anatomi sebagai penyebab mampat)

3.    Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan obat yang digunakan untuk menekan proses peradangan pada hidung. Penggunaan kortikosteroid efektif pada penderita rinitis alergi dan rinosinusitis kronik. Penggunaan jangka panjang dalam batas aman selama dalam pengawasan dokter. Beberapa penelitian telah dilakukan kepada kortikosteroid semprot hidung, beberapa diantaranya aman untuk digunakan jangka panjang. Penggunaan obat ini memang tidak akan memberikan hasil yang instan seperti layaknya dekongestan, karena cara kerja yang berbeda pula, namun penggunaan obat  Fluticasone, mometasone, triamcinolone, merupakan zat dasar yang terkandung dalam kortikosteroid yang tersedia. Penggunaan untuk anak dibawah usia  2 dan  6 tahun sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter Anda. 

Perlu diperhatikan pada pendertita kelainan mata (glaukoma) obat golongan ini dapat meningkatkan tekanan intraorbita, sebaiknya tidak digunakan tanpa petunjuk dokter.

Lanjutkan Membaca ↓