Kapankah Anak Siap dengan Kegiatan Les?

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 01 Okt 2015, 16:18 WIB
“Anak saya masih empat tahun, boleh nggak ya diberikan les? Terus les apa yang cocok untuknya?” Pertanyaan semacam itu tentu pernah hinggap pada setiap orangtua. Agar Anda tidak mengambil keputusan yang salah, baca dulu penjelasan lengkapnya di sini!
Kapankah Anak Siap dengan Kegiatan Les?

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com - Puluhan tahun yang lalu banyak orang berpendapat bahwa anak-anak yang membutuhkan les tambahan di luar sekolah adalah anak yang bodoh. Tapi justru beberapa tahun terakhir orang tua berlomba-lomba mencari les tambahan untuk anaknya. Karena mereka berpendapat bahwa anak yang tidak ikut les bisa menyebabkan anak menjadi bodoh. Setidaknya itulah anggapan orangtua saat ini.

Tidak ada yang salah dengan tempat les anak-anak, malah merekalah yang membantu Anda.  Sayangnya orangtua kurang informasi mengenai les apa yang tepat untuk anaknya. Kadang sang anak diikutkan semua les. Les pelajaran, les keterampilan, bahkan les hobi.

Yang harus dipahami di awal adalah oran tua harus tahu apa yang harus ditingkatkan bagi anak dan menjadi kebutuhan. Lalu pemilihan jenis les yang sesuai dengan umur. Kadang ada kesalahan orangtua menanyakan ke anak ingin les apa, atau yang lebih fatal lagi orangtua mengikuti orang lain dalam memutuskan mengikuti les.

Agar tidak terjebak dalam obsesi orangtua yang akhirnya membuat anak stres, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam menyikapi kebutuhan anak untuk mengikuti kegiatan les atau kursus tambahan, selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 of 2

Kapankah Anak Siap dengan Kegiatan Les?

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Agar tidak terjebak dalam obsesi orangtua yang akhirnya membuat anak stres, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam menyikapi kebutuhan anak untuk mengikuti kegiatan les atau kursus tambahan, berikut beberapa di antaranya:

Usia anak

Usia anak merupakan hal yang penting sekali diperhatikan oleh orangtua. Anak-anak di bawah 6 tahun, dalam keadaan apa pun, tidak diharuskan untuk mengikuti les tambahan terkait dengan bidang akademis (seperti baca tulis dan hitung). Apalagi jika orangtua menekan dan memaksa anak untuk les calistung pada usia yang belum matang. Untuk usia prasekolah, banyak-banyaklah memberikan kegiatan yang lebih banyak unsur bermain dan belajar kepada anak.

Sebaliknya, mereka yang duduk di kelas besar seperti kelas 4 ke atas, sudah cukup layak untuk diberikan les atau kursus akademik agar menunjangnya dalam kegiatan belajar. Terutama jika si anak memiliki kelemahan pada salah satu bidang studi, misalnya matematika atau bahasa Inggris.

Kesulitan belajar

Les bisa diberikan jika ditemukan adanya masalah terkait dengan kesulitan belajar namun orangtua memiliki keterbatasan ilmu dan waktu untuk membantu pemahaman anak. Misalnya, performa belajar anak semakin menurun sehingga nilai pelajaran tidak memenuhi standar yang diinginkan untuk anak seusianya. Apabila orangtua dan guru sudah mendiskusikan masalah tersebut, memang ada baiknya orangtua memiliki kesadaran untuk bisa membantu anak, misalnya mengikuti les privat khusus bidang studi yang kurang dikuasai anak.

Kenali kebutuhan anak

Untuk dapat mengetahui kebutuhan anak mengikuti les atau kursus akademik, orangtua dapat berdiskusi dengan guru wali kelas atau guru bidang studi. Hal itu dilakukan setelah mengevaluasi nilai-nilai akademik yang belum optimal. Selain itu, mengajak anak berdiskusi juga menjadi poin penting bagi kualitas pengambilan keputusan, mengenai les atau kursus akademik yang akan diikuti. Misalnya menanyakan mengenai kesulitannya di sekolah, kendala yang dialami, kesungguhan anak untuk mengikuti les, dan metode les yang akan diikuti seperti privat atau bimbingan belajar berkelompok.

Libatkan anak

Jika orangtua memaksakan kehendaknya sendiri tanpa melibatkan anak dalam membuat keputusan, umumnya akan menyebabkan perasaan yang kurang nyaman pada anak, tidak bahagia, tertekan, marah dan mengarah pada pemberontakan (melawan orangtua). Apabila sudah memahami kebutuhan dan kendala anak dalam belajar, tentu orangtua bisa lebih bijaksana memilih tempat les yang ia butuhkan. Tapi jangan juga terlalu mengikuti keinginan anak, karena mereka belum bisa memilih kegiatan apa yang mereka butuhkan.

Lanjutkan Membaca ↓