7 Penyakit yang Disebabkan Karena Malnutrisi

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 01 Okt 2015, 17:17 WIB
Perhatikanlah selalu asupan nutrisi anak Anda. Karena kekurangan gizi pada usia dini dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya nanti.
7 Penyakit yang Disebabkan Karena Malnutrisi

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com - Untuk mewujudkan manusia yang berkualitas, faktor gizi menjadi salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan. Masa kanak-kanak, terutama usia balita yang sering disebut Periode Emas, merupakan periode yang “rawan” karena pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini menentukan kondisinya di kemudian hari.

Beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu Periode Emas, yaitu 0-2 tahun, 0-3 tahun, 0-5 tahun atau 0-8 tahun, namun semuanya sepakat bahwa awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.

Pada masa tersebut, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat hingga mencapai 80%. Kemampuan penyerapan informasi pada masa ini juga sangat tinggi; segala informasi yang diterima pada masa tersebut akan menjadi fondasi pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan anak pada masa yang akan datang.

Oleh karena itu, manfaatkanlah masa Periode Emas untuk menghasilkan anak yang cerdas dan kreatif. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan asupan nutrisi yang baik dan seimbang, dengan menyesuaikan kebutuhan serta usianya. Cara kedua adalah memberikan curahan kasih sayang, perhatian, bimbingan dan stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan tumbuh kembang anak.

Apa yang terjadi jika orangtua tidak memberikan gizi yang cukup kepada anaknya? Salah satunya adalah  risiko stuntingStunting adalah keadaan tinggi badan di bawah standar pada umur tertentu yang akhirnya memperbesar risiko seseorang terkena penyakit tidak menular seperti diabetes , hipertensi, obesitas, dan stroke pada usia dini.

Kondisi stunting tidak dapat dikembalikan setelah lewat usia pertumbuhan, namun masih dapat dicegah walaupun relatif sulit diperbaiki. Oleh sebab itu, intervensi gizi terpenting untuk mencegah keadaan ini adalah dengan memperhatikan keadaan gizi perempuan yang akan hamil, keadaan gizi selama masa kehamilan, serta keadaan gizi anak baru lahir hingga usia kurang dari 2 tahun.

Efek negatif yang selanjutnya yaitu kemampuan otak yang menurun. Misalnya gangguan perhatian, gangguan kinerja sekolah, menurunnya skor IQ, mudah lupa, berkurangnya kemampuan bersosialisasi, berkurangnya kemampuan memecahkan masalah, dan lain-lain. Ini semua adalah efek jangka panjang yang akan terjadi jika keadaan kurang gizi berlanjut selama bertahun-tahun.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang disebabkan karena malnutrisi atau gizi buruk, selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 of 2

7 Penyakit yang Disebabkan Karena Malnutrisi

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Berikut ini adalah daftar penyakit yang disebabkan karena malnutrisi atau gizi buruk:

1.      Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah salah satu penyakit malnutrisi protein yang paling akut di dunia. Hal ini juga dikatakan sebagai malnutrisi protein-kalori yang mirip dengan marasmus, tapi yang membedakan antara marasmus dengan kwashiorkor adalah adanya edema yang biasanya terlihat pada kaki.

Gejala lain dari kwashiorkor antara lain perut buncit, pembesaran hati, penipisan rambut dan tekstur rambut yang kasar, gigi mudah copot, dan dermatitis.

2.      Marasmus

Marasmus adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein dan kalori yang sangat parah dan merupakan salah satu penyakit yang paling umum pada anak-anak.

Pada kondisi marasmus, berat tubuh lebih rendah 80% dari berat normal yang seharusnya sehingga tubuh seseorang tampak kurus. Pengecilan otot, kulit kering dan bersisik, dan kulit longgar merupakan gejala lain dari marasmus.

3.      Anemia

Anemia adalah penyakit kurang darah yang paling umum disebabkan karena kurang gizi. Meskipun anemia dapat dipicu oleh banyak faktor, tapi salah satu alasan utama terjadinya anemia adalah kekurangan zat besi dan defisiensi vitamin B12.

Kondisi anemia juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas, kelelahan, pucat dan gejala lain yang menunjukkan rendahnya jumlah hemoglobin.

4.      Gondok

Gondok adalah penyakit yang sebagian besar disebabkan karena kekurangan yodium dalam makanan. Gejala khas dari gondok ini adalah pembengkakan kelenjar tiroid. Gejala lainnya mirip dengan gejala penderita hipotiroidisme, seperti lesu, lemah, tingkat metabolisme yang rendah, peningkatan kerentanan terhadap dingin, dan lain-lain.

5.      Hiponatremia

Hiponatremia adalah suatu kondisi yang disebabkan karena kekurangan natrium dalam darah. Kekurangan natrium ini merupakan gangguan elektrolit serius yang biasanya terlihat pada orang yang memiliki tingkat hormon antidiuretik sangat rendah (konsentrasi natrium dalam plasma kurang dari 135mEq /L).

Penyakit hiponatremia sering dilihat sebagai akibat dari komplikasi penyakit medis lainnya yang serius, di antaranya diare, muntah berlebihan, dan polidipsia. Sementara gejala khas hiponatremia termasuk mual, muntah, sakit kepala, dan lain-lain.

6.      Hipokalemia

Hipokalemia adalah kondisi medis yang disebabkan karena kekurangan kalium. Dan hipokalemia sering dianggap sebagai komplikasi dehidrasi atau diare dan gizi buruk. Gejala hipokalemia termasuk kram otot, gangguan tekanan darah, sembelit, dan lain-lain. Efek serius dari hipokalemia termasuk depresi pernapasan dan aritmia jantung.

7.      Defisiensi Vitamin

  • Vitamin A

Kekurangan vitamin ini termasuk defisiensi vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin 12, vitamin C, dan vitamin D. Kekurangan vitamin A merupakan penyebab umum rabun senja, kebutaan permanen serta sangat rentan terhadap infeksi, gangguan nafsu makan, kulit kering dan kasar, kerusakan rambut, kesulitan dalam penyembuhan luka, dan lain-lain.

  • Vitamin B1

Kekurangan vitamin B1 atau tiamin dapat menyebabkan gejala seperti badan lesu, menurunnya nafsu makan, dan depresi mental. Penyakit karena defisiensi tiamin yaitu beri-beri. Penyakit ini disebabkan akibat makanan yang kaya akan karbohidrat tetapi rendah tiamin.

  • Vitamin B2

Kekurangan vitamin B2 atau riboflavin biasanya sangat berhubungan dengan penyakit malnutrisi protein dan energi. Gejala defisiensi riboflavin termasuk sakit tenggorokan dengan pembengkakan dan kemerahan dari mulut, cheilosis, stomatitis, glositis, dermatitis, dan lain-lain.

  • Vitamin B3

Kekurangan vitamin B3 dapat menyebabkan penyakit pellagra. Salah satu gejala pellagra adalah keretakan kulit yang mirip dengan terbakar sinar matahari, retak, berkerak, dan bersisik. Selain itu kekurangan vitamin B3 dapat menimbulkan gejala seperti luka sariawan, depresi, diare, kelelahan, sakit kepala, insomnia, dan nyeri anggota badan.

  • Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 ditandai dengan gejala seperti kesemutan pada lidah, anemia, bintik-bintik putih pada kulit, luka pada mulut, sesak napas, sakit kepala yang mirip serangan migrain, dan lain-lain.

  • Vitamin C

Kekurangan vitamin C atau asam askorbat ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai penyakit kudis. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti gusi berdarah, penyembuhan luka yang sangat lama, bintik-bintik pada kulit, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

  • Vitamin D

Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena kurangnya asupan kalsium ditambah dengan paparan sinar matahari yang tidak memadai. Gejala kekurangan vitamin D menyebabkan pembentukan tulang terganggu, sehingga tulang menjadi sangat lunak seperti pada osteomalacia maupun osteoporosis.

Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi masih sangat banyak yang tidak dicantumkan di atas, namun demikian bukan berarti Anda dapat menyepelekan penyakit kronis lain yang disebabkan oleh kekurangan gizi ini.

Lanjutkan Membaca ↓