Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 02 Okt 2015, 06:45 WIB
Deteksi dini gangguan tumbuh kembang sangatlah penting, karena tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan periode tumbuh kembang yang sangat cepat.
Gangguan Perkembangan Anak  yang Harus Diwaspadai

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com – Tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan periode tumbuh kembang yang sangat cepat. Jika terjadi gangguan tumbuh kembang pada masa ini, maka gangguan tersebut akan menetap, sehingga amat penting mendeteksi gejala gangguan perkembangan secara dini dan menanganinya secara profesional. Perlu diketahui bahwa gangguan perkembangan yang diintervensi lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

Di Indonesia, jumlah balita adalah 10% dari jumlah penduduk, di mana rata-rata gangguan perkembangan bervariasi 12.8% hingga 16%. Karena itu, dianjurkan melakukan observasi  tumbuh kembang pada setiap anak.

Secara umum, orangtua sebaiknya mengenal tanda bahaya perkembangan anak yang sederhana, seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orangtua menemukan salah satu tanda bahaya tersebut, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

Ada beberapa tanda bahaya yang harus Anda waspadai, berikut selengkapnya di halaman berikutnya:

1 of 2

Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

Tanda bahaya perkembangan motor kasar

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang, misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan.
  • Hiper/hipotonia atau gangguan tonus otot.
  • Hiper/hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh.
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol.

Tanda bahaya gangguan motor halus

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan.
  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun.
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan.
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten.

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)

  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan.
  • Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan.
  • Orangtua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan.

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu memberi respons.
  • Kurangnya kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan.
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan.

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain.
  • 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah.
  • 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya.
  • 15 bulan: belum ada kata.
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura.
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti.
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara, dan kemampuan bersosialisasi atau berinteraksi.

Tanda bahaya gangguan kognitif

  • 2 bulan: kurangnya ketertarikan terhadap sesuatu atau seseorang.
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda.
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara.
  • 9 bulan: belum babbling seperti ‘mama’, ‘baba’, dll.
  • 24 bulan: belum ada kata berarti.
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata.
Lanjutkan Membaca ↓