Hati-Hati, Diabetes dan Depresi Saling Terkait

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 02 Okt 2015, 07:14 WIB
Penyakit diabetes dapat mempengaruhi emosi sekaligus kondisi psikologis seseorang. Apa yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya?
Hati-Hati, Diabetes dan Depresi Saling Terkait

KlikDokter.com – Diabetes melitus tidak hanya menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti gagal ginjal, kebutaan, stroke, dan amputasi bagian tubuh. Masalah gangguan mental juga dapat terjadi pada penyandang diabetes. Ini tentu sangat mengkhawatirkan, apalagi jika tidak disadari sejak dini.

Berbagai penelitian menemukan bahwa risiko terkena depresi meningkat apabila Anda menderita diabetes – tipe 1 maupun tipe 2. Depresi atau stres berat juga menaikkan ancaman terkena diabetes tipe 2. Berita baiknya, diabetes dan depresi dapat ditangani bersama-sama dalam satu waktu. Bahkan, membenahi salah satunya dapat memberikan efek positif terhadap kondisi lainnya.

Lalu, bagaimana cara menanggulangi diabetes sekaligus depresi yang diderita? Penjelasan selengkapnya pada halaman selanjutnya.

1 of 2

Hati-Hati, Diabetes dan Depresi Saling Terkait

Lalu, bagaimana cara menanggulangi diabetes sekaligus depresi yang diderita? 

  • Mengikuti program self-management

Program diabetes yang terfokus pada pengembangan diri akan membantu memperbaiki metabolisme, meningkatkan level kebugaran, dan mengelola berat badan serta risiko penyakit kardiovaskular.

  • Psikoterapi

Mereka yang mengikuti psikoterapi, khususnya terapi perilaku kognitif, melaporkan kondisi psikologis yang lebih baik sehingga manajemen diabetes yang mereka terapkan pun menjadi lebih mudah.

  • Obat dan perubahan gaya hidup

Obat – untuk diabetes maupun depresi – dan perubahan gaya hidup, termasuk berbagai jenis terapi ditambah dengan olahraga teratur, dapat memperbaiki kondisi psikologis.

Apabila Anda memiliki diabetes, harap lebih memperhatikan tanda dan gejala depresi, misalnya kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya disukai, merasa sedih  dan kehilangan harapan secara berkepanjangan, serta masalah fisik yang tidak terjelaskan seperti sakit punggung atau sakit kepala.

Jika Anda merasa bahwa Anda memiliki tanda dan gejala depresi tersebut, segeralah mencari pertolongan medis. Nantinya dokter atau pendidik diabetes dapat merujuk Anda kepada ahli kesehatan mental profesional.   

Lanjutkan Membaca ↓