Jarang Mencopot Lensa Kontak? Ini Bahayanya!

Oleh dr. Atika pada 02 Okt 2015, 11:50 WIB
Buat Anda pemakai lensa kontak, wajib untuk ketahui fakta berikut ini dari dr. Atika.
Jarang Mencopot Lensa Kontak? Ini Bahayanya!

KlikDokter.com - Lensa kontak adalah lensa yang digunakan pada permukaan kornea mata untuk mengoreksi berbagai gangguan ketajaman penglihatan mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme (silinder), dan rabun dekat yang berkaitan dengan penuaan.

Lensa kontak terdiri dari dua tipe, yaitu lensa lunak dan lensa keras. Lensa kontak lunak merupakan tipe paling populer diseluruh dunia sebab lensa ini mampu menyesuaikan dengan bentuk mata, lebih nyaman dan dapat tetap menempel pada tempatnya dengan baik. Oleh karena itu, lensa kontak lunak menjadi pilihan utama bagi Anda yang memiliki gaya hidup yang aktif.

Pemakaian lensa kontak semakin populer pada zaman sekarang ini. Gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemakaian kacamata seperti mudah terlepas, gagang terasa berat, meninggalkan bekas di puncak hidung, tidak bisa digunakan pada segala macam aktivitas contohnya saat berolahraga, segalanya bisa diatasi dengan pemakaian lensa kontak. Bahkan, lensa kontak semakin sering digunakan untuk keperluan non-medis seperti kosmetik dan estetika.

Berbagai alasan dapat mendasari tujuan seseorang untuk menggunakan lensa kontak. Apapun itu, tidak menjadi masalah asalkan Anda menggunakan lensa kontak sesuai aturan. Salah satu aturan yang paling sering diabaikan para penggunanya adalah: malas mencopot lensa kontak dan tetap memakainya saat waktu-waktu yang tidak disarankan.

Salah satu waktu yang tidak disarankan tersebut adalah ketika beristirahat pada malam hari. Bagi para pengguna lensa kontak yang mampu bertahan lebih dari satu hari, seringkali mencopot dan memasang kembali lensa kontak menjadi hal yang merepotkan. Namun Anda tetap harus menaatinya karena membiarkan lensa terbawa saat tidur akan meningkatkan risiko Anda terkena infeksi yang disebut Keratitis.

Apa itu keratitis? Penjelasan selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 of 2

Jarang Mencopot Lensa Kontak? Ini Bahayanya!

Matafres-banner-690x150px

Keratitis adalah kondisi radang pada Kornea, area terluar dari bola mata (tempat lensa kontak diposisikan). Lapisan jernih ini adalah bagian yang berperan penting dalam ketajaman penglihatan. Keratitis seringkali diderita oleh pengguna lensa kontak yang lalai dalam perawatan lensa, yaitu jarang membersihkan lensa kontak dengan cairan desinfektan, sehingga lensa kontak “dihinggapi” oleh kuman. Kuman yang dapat menyebabkan keratitis berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit(khususnya parasit jenis akantamuba). Gejala yang ditimbulkannya adalah sebagai berikut:

  • Kemerahan pada mata
  • Nyeri pada mata
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Mata berair terus menerus
  • Banyak kotoran pada mata
  • Merasa silau
  • Terasa seperti ada yang mengganjal saat berkedip

Saat seseorang tidak rutin mencopot lensa kontak yang digunakannya, maka frekuensi pembersihan lensa kontak sangat berkurang sehingga risiko terjadinya keratitis sangat meningkat. Keratitis termasuk salah satu bentuk infeksi berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius yang merusak penglihatan secara permanen.

Oleh sebab itu, praktikkanlah penggunaan lensa kontak yang baik dan benar. Berikut kiatnya:

  • Sebelum memasang dan melepaskannya, pastikan terlebih dahulu kebersihan tangan Anda.
  • Selain itu gunakan cairan khusus pencuci lensa kontak (jangan gunakan air keran biasa).
  • Bila lensa kontak Anda hanya untuk dipakai 1 hari, maka jangan perpanjang pemakaiannya.
  • Jangan lupa melepaskan lensa kontak sebelum Anda tidur, mandi, renang, dll.

Selain risiko infeksi yang meningkat, pada orang-orang tertentu yang rentan/ pernah mengalami kondisi mata kering, pemakaian lensa kontak yang terlalu lama juga dapat memperberat gejala kekeringan pada mata. Lensa kontak dapat berperan dalam kejadian mata kering. Hampir 50% pengguna lensa kontak mengeluhkan kekeringan pada mata. Oleh sebab itu, bagi para pasien yang menderita sindrom mata kering, lensa kontak sesungguhnya bukan solusi terbaik untuk mengoreksi kelainan refraksi.

Lensa kontak, seperti halnya mata manusia, butuh hidrasi (kelembaban) yang cukup sepanjang waktu untuk menjaganya agar tetap berfungsi secara optimal. Kekurangan cairan tubuh, panas ruangan, paparan asap dari berbagai sumber, angin, dapat menyebabkan lensa kontak mengering dan memperparah kondisi mata yang memang telah rentan. Oleh sebab itu bagi penderita mata kering yang tetap ingin menggunakan lensa kontak, tidak disarankan penggunaannya dalam jangka waktu yang terlalu lama. Lepaskanlah lensa kontak tersebut saat tidak terlalu dibutuhkan, apalagi bila telah muncul gejala mata kering seperti kemerahan, perih, dan panas pada mata. Dalam kondisi ini, penggunaan air mata buatan serta berbagai bentuk lubrikan khusus mata lain dapat membantu meredakan gejala-gejala tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓