Apa Itu Tonsilitis?

Oleh dr. Yadita Wira Pasra Sp. THTKL pada 07 Okt 2015, 09:29 WIB
Gejalanya tenggorokan sakit, terkadang menjalar sampai ke telinga dan kadang diiringi demam tinggi. Berikut penjelasan selengkapnya di sini
Apa Itu Tonsilitis?

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com - Tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil. Tonsil palatina (amandel) berjumlah sepasang, merupakan massa yang berbentuk oval yang berlokasi di samping dalam tenggorok. Bentukan tonsil ini normal ada pada semua orang.

Tonsilitis dapat terjadi secara akut, kronik maupun exaserbasi akut pada tonsillitis kronik. Struktur mikroskopi tonsil sangat erat hubungannya dengan fungsinya sebagai organ kekebalan tubuh. Epitel kripte bekerja sebagai sistem imun untuk antigen yang masuk melalui udara pernapasan dan yang di makan. Tonsil dapat mengalami hipertrofi akibat infeksi berulang.

Tanda dan gejala yang timbul akibat tonsilitis akut adalah nyeri tenggorok, yang kadang disertai nyeri yang menjalar hingga ke telinga, demam tinggi, rasa mengganjal saat menelan, suara sengau, bahkan juga tidur mendengkur apabila infeksi yang terjadi meluas hingga ke peritonsil (area disekitar tonsil).

Lokasi anatomi tonsil berkaitan erat dengan penyakit pada tuba eustachius / telinga tengah dan sinus, sehingga infeksi pada tonsil tak jarang menjalar hingga hidung dan telinga. 

Straight EC et al, 2015 meneliti paparan rokok pada anak meningkatkan angka tonsilektomi pada anak dengan indikasi radang berulang pada tenggorok. Penelitian lain dilakukan untuk mengetahui  hubungan antara kebiasaan makan dengan risiko terjadinya tonsillitis, dan dalam penelitian ini di dapatkan hasil yang bermakna, jenis makanan mempengaruhi infeksi berulang pada amandel.

Berikut ini fakta seputar tonsillitis, selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 of 2

Apa Itu Tonsilitis?

Apakah pada penderita tonsillitis harus selalu dilakukan operasi?

Jawabannya, tidak. Operasi dilakukan  pada tonsillitis kronik dengan :

  1. Lebih dari 7 episode dalam 1 tahun
  2. Lebih dari lima episode dalam 1 tahun, selama 2 tahun observasi
  3. Setiap episode disertai gejala:
    1. Demam >38,3oC
    2. Pembesaran kelenjar leher >2cm
    3. Eksudat pada tonsil
    4. Hasil kultur bakteri streptococcus beta hemolitikus
  4. Obsructive sleep apneu (terutama pada anak)
  5. Cor pulmonale (akibat OSA)
  6. Abses peritonsil
  7. Curiga keganasan

Apa benar setelah operasi tonsil akan menurunkan daya tahan tubuh dan membuat orang tersebut jadi gampang sakit?

Jawabannya; tidak benar.

Kaygusuz I. et al, 2013 pada penelitiannya menemukan pada awal dilakukannnya tonsilektomi terjadi penurunan system imun sementara pada anak, namun hal itu segera tergantikan oleh peningkatan system inun humoral, sehingga disimpulkan bahwa tonsilektomi yang dilakukan pada kasus tonsillitis kronik tidak memberikan efek negative terhadap system imun.

Bahkan Böck APopp WHerkner KR telah meneliti sejak tahun 1994, bahwa anak pasca tonsilektomi didapatkan penurunan level IgA, akan tetapi disertai dengan peningkatan sel CD4, CD21 dan DR. Sehingga sejak lama telah diteliti bahwa tubuh memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang kompleks, tidak hanya bergantung pada tonsil. 

Lanjutkan Membaca ↓