Mengenal Dekongestan, untuk Kesehatan THT

Oleh dr. Yadita Wira Pasra Sp. THTKL pada 07 Okt 2015, 09:36 WIB
Dekongestan sering dikenal sebagai kandungan aktif yang berfungsi untuk melegakan sumbatan pada hidung. Berikut penjelasan dr. Yadita Wira Pasra, Sp. THT-KL.
Mengenal Dekongestan, untuk Kesehatan THT

Afrin Semprot Hidung

KlikDokter.com - Sebagian besar dekongestan bekerja melalui peningkatan norepinefrin (noradrenalin) dan epinefrin (adrenalin) atau kegiatan adrenergik dengan merangsang reseptor α-adrenergik. Hal ini menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah di area telinga, hidung dan sinus paranasal serta tenggorok, sehingga efek yang terlihat adalah berkurangnya proses peradangan dan pembentukan lendir.

Dekongestan yang tersedia umumnya mengandung:

Tapi penggunaan dekongestan haruslah berdasarkan indikasi, artinya tidak bisa sembarangan. Berikut selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 of 2

Mengenal Dekongestan, untuk Kesehatan THT

Indikasi Penggunaan Dekongestan pada Kasus Hidung Tersumbatya

Penggunaan dekongestan dapat diberikan dalam bentuk oral (obat minum) maupun topikal (obat semprot pada hidung), untuk kondisi hidung tersumbat.

Berdasarkan cara kerja yang telah disebutkan di atas, dekongestan memiliki efek tidak hanya pada hidung dan tenggorok, sehingga efek ikutan seperti depresi, kecemasan, insomnia, iritabilitas, sakit kepala, palpitasi, menurunkan produksi urin serta konstipasi dapat dipahami terjadi. Efek yang tidak diharapkan juga dapat terjadi pada penderita gangguan jantung, tekanan darah tinggi, glukoma, diabetes, kelainan tiroid, penderita kelainan jiwa dan ibu hamil, perhatikan kontra indikasi penggunaan dekongestan. 

Harus diperhatikan bahwa penggunaan dekongestan jangka panjang tidak dianjurkan karena menyebabkan fenomena rebound, vasodilatasi dan edema mukosa yang terjadi akibat penggunaan dekongestan topikal jangka panjang (oxymetazoline, xylometazoline dan phenilepinephrine). Mukosa menjadi kurang senstif terhadap vasodilator, sehingga penggunaan dekongetan dibatasi selama 3- 5 hari. PERHATIKAN: bahwa rhinitis medikamentosa (radang hidung yang terjadi akibat penggunaan obat (seperti: dekongestan, antihipertensi, aspirin, pil KB)) merupakan kelainan yang sulit diobati, sehingga gunakan obat secara bijak atau sesuai anjuran.

Dekongestan mungkin tidak aman untuk anak kecil (dibawah usia 2 tahun) sehingga perhatikan petunjuk pemakaian pada anak (kecuali bila dokter Anda yang memberikan) penggunaan dekongestan akan dihitung per kilogram berat badan pada anak.  .

Anthony W. Chow et al, 2012. Dalam guidelines IDSA merekomendasikan penggunaan dekongestan dan atau antialergi sebagai terapi ajuvan (terapi pengobatan yang ditambahkan untuk meningkatkan efektivitas terapi primer -Red), pada pasien rinosinusitis akut bakterial.

Panduan terapi ARIA (Allergic Rhinitis and its impact on Asthma) merekomendasikan penggunaan dekongestan jangka pendek untuk gejala simptomatik, menghilangkan keluhan hidung tersumbat.

Dalam panduan terapi rinosinusitis kronik EPOS (European Position Paper on Rhinosinusitus and Nasal Polyps) tahun 2012, penggunaan dekongestan memiliki level anjuran lemah, hanya berdasarkan pendapat para ahli dan tidak terdapat korelasi penggunaan dekongestan untuk rinosinusitis kronik. 

Lanjutkan Membaca ↓