Gangguan Disleksia pada Anak

Oleh dr. Kartika Mayasari pada 02 Nov 2015, 21:44 WIB
Ketidakmampuan membaca pada anak sering dianggap sebagai kelemahan inteligensi, padahal bisa jadi anak mengalami disleksia.
Gangguan Disleksia pada Anak

Cerebrofort Multivitamin Lengkap untuk Tumbuh Kembang Anak

KlikDokter.com – Sesuai tahapan perkembangan anak, kemampuan membaca sudah muncul sejak anak menginjak usia enam atau tujuh tahun. Hal ini tidak terjadi pada anak penderita disleksia karena sampai usia 12 tahun, anak tersebut masih belum dapat membaca dan menulis dengan lancar. Bahkan sampai usia dewasa sekalipun mereka masih mengalami gangguan keduanya.

Namun hingga saat ini masih banyak orangtua yang tidak menyadari ciri-ciri disleksia, sehingga pencegahan dini maupun penanganan disleksia tidak bisa dilakukan. Ketidakmampuan membaca pada anak sering dianggap sebagai kelemahan inteligensi, padahal bisa jadi anak mengalami disleksia.

Pada anak usia dini, tanda-tanda gejala awal disleksia yang dapat dikenali adalah keterlambatan dalam berkomunikasi (pengucapan), huruf terbalik satu sama lain atau menulis seperti dalam bayangan cermin, kesulitan dalam memahami arah kiri ke kanan atau sebaliknya, serta mudah terganggu dengan kejadian di masa lampau. Tetapi perlu diketahui, gejala disleksia pada tiap anak bisa berbeda-beda.

Anda dapat membantu anak disleksia belajar dengan kiat berikut ini: 

  • Gunakan pulpen atau pensil berwarna agar tulisan lebih terlihat. Tandai kata-kata yang penting dengan spidol.
  • Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang.
  • Jika ada buku teks yang memiliki paragraf panjang, ringkaskan menjadi pokok bahasan dalam format “bullet”.
  • Padukan pembelajaran dengan video, agar anak mengerti lebih baik.
  • Jika anak terlihat jenuh atau pusing, berikan waktu untuk mereka beristirahat dengan menggambar atau mendengarkan lagu.
  • Anak disleksia suka bereksplorasi. Berikan satu topik yang anak sukai, lalu biarkan anak melakukan riset sesuka hati mengenai topik tersebut.

Seperti gangguan yang lain, anak yang mengalami disleksia harus didiagnosis terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang diobservasi dari anak yang mengalami disleksia, seperti IQ, kemampuan visual, kemungkinan gangguan neurologis, dll. Setelah hasil diagnosis disleksia sudah pasti, dokter nantinya akan menganjurkan penanganan yang sebaiknya dijalani.