Diabetes dari Kacamata Ekonomi

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 04 Nov 2015, 13:12 WIB
Penanganan diabetes melitus tak dimungkiri membutuhkan biaya mahal, apalagi jika penyakit tersebut disertai dengan komplikasi.
Diabetes dari Kacamata Ekonomi

KlikDokter.com – Prevalensi diabetes melitus beranjak naik dari tahun ke tahun. Dan karena jumlah penderita diabetes di seluruh dunia semakin banyak, penyakit ini mengambil proporsi yang terus meningkat dari anggaran kesehatan nasional. Tanpa pencegahan yang baik, epidemi diabetes akan terus tumbuh. Tambahan lagi, diabetes diperkirakan akan menjadi salah satu penyakit utama dunia dalam 25 tahun ke depan.

Tindakan yang cepat dan tepat diperlukan untuk membendung gelombang diabetes, serta memperkenalkan strategi pengobatan efektif yang dapat membalikkan kondisi ini.

Biaya untuk Penanganan Diabetes

Diabetes melitus adalah penyakit mahal, tidak hanya bagi pasien dan keluarga yang terkena dampak, tetapi juga bagi otoritas kesehatan.

Studi di India menunjukkan bahwa keluarga berpenghasilan rendah dengan orang dewasa yang memiliki diabetes, sebanyak 25% dari penghasilan keluarga dapat dikhususkan untuk perawatan diabetes. Untuk keluarga di Amerika Serikat dengan seorang anak yang memiliki diabetes, angka yang diambil dari penghasilan tahunan adalah 10%.

Biaya total perawatan kesehatan seseorang dengan diabetes di Amerika Serikat adalah antara 2-3 kali lebih besar ketimbang orang-orang tanpa kondisi tersebut.

Meski demikian, persoalan yang timbul tidak semata mengenai keuangan. Biaya lain yang tidak berwujud (nyeri, kecemasan, ketidaknyamanan, dan kualitas hidup yang umumnya lebih rendah) juga memiliki dampak yang besar pada kehidupan pasien dan keluarga mereka.

Biaya untuk pasien dan keluarga mereka termasuk perawatan medis, obat-obatan, insulin, dan perlengkapan lainnya. Pasien juga mungkin harus menanggung biaya pribadi lainnya. Sementara itu, biaya untuk sektor kesehatan adalah pelayanan rumah sakit, jasa dokter, tes laboratorium dan manajemen harian dari diabetes—meliputi ketersediaan produk seperti insulin, jarum suntik, obat hipoglikemik oral, dan peralatan tes darah.

Biaya berkisar dari yang relatif murah (konsultasi perawatan primer dan rawat jalan rumah sakit) hingga yang memerlukan biaya tinggi (rawat inap untuk pengobatan komplikasi).

Secara keseluruhan, biaya perawatan kesehatan diabetes berkisar 15% dari anggaran kesehatan per tahun, tergantung pada prevalensi diabetes lokal dan kecanggihan pengobatan yang tersedia.