Diet untuk Anak Penyandang Diabetes Tipe 1

Oleh dr. Muhammad Anwar Irzan pada 04 Nov 2015, 13:26 WIB
Penyandang diabetes tipe 1 pada anak-anak terus meningkat. Pengaturan makan yang tepat akan menjaga pertumbuhannya tetap optimal serta terhindar dari komplikasi.
Diet untuk Anak Penyandang Diabetes Tipe 1

KlikDokter.com - Istilah pengaturan makanan sekarang lebih lazim digunakan daripada diet, karena diet lebih identik dengan upaya menurunkan berat badan sehingga kalori harus dikurangi. Penurunan berat badan perlu dilakukan pada penderita DM tipe 2 yang sering kali menderita kegemukan, sedangkan pada anak dengan DM tipe 1, kalori tetap diperlukan untuk pertumbuhan.

Pengaturan makanan pada penderita DM tipe 1 bertujuan untuk mencapai kontrol metabolik yang baik tanpa mengabaikan kalori yang dibutuhkan untuk metabolisme basal, pertumbuhan, pubertas, maupun aktivitas sehari-hari.

Jumlah kalori per hari yang dibutuhkan dihitung berdasarkan berat badan ideal. Penghitungan kalori ini memerlukan data umur, jenis kelamin, tinggi badan dan berat badan saat penghitungan, serta data kecukupan kalori yang dianjurkan.

Komposisi kalori yang dianjurkan adalah 50-60% dari karbohidrat, 10-15% berasal dari protein, dan 30% dari lemak. Karbohidrat sangat berpengaruh terhadap kadar glukosa darah, dalam 1-2 jam setelah makan 90% karbohidrat akan menjadi glukosa. Jenis karbohidrat yang dianjurkan ialah yang berserat tinggi dan memiliki indeks glikemik dan glycemic load yang rendah, seperti golongan buah-buahan, sayuran, dan serealia yang akan membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah.

Salah satu kunci keberhasilan pengaturan makanan adalah asupan makanan dan pola makan yang sama sebelum maupun sesudah diagnosis, serta makanan yang tidak berbeda dengan teman sebaya atau dengan makanan keluarga.

Pengaturan makan yang optimal biasanya terdiri dari 3 kali makan utama dan 3 kali pemberian makanan kecil. Keberhasilan kontrol metabolik tergantung kepada frekuensi makan dan regimen insulin yang digunakan. Pada regimen insulin basal bolus, semakin sering penyuntikan akan semakin fleksibel pada pemberian makan, sedangkan pada regimen insulin 2 kali sehari, maka pemberian makan harus teratur.